Seperti ayam yang berdiri tinggi dan kokoknya terdengar jauh, umat pun diajak menjadi pewarta Injil, menyuarakan kebenaran tanpa rasa takut.
Baca Juga: Mengenal Kaiserslautern, Klub Ikonik Jerman yang Lahirkan Michael Ballack dan Fritz Walter
Penempatan ayam di puncak menara juga memiliki arti: pengingat dari tempat tertinggi.
Dari sana, ia “menatap” umat setiap hari, seolah berkata: “Jangan ulangi kesalahan Petrus, tetaplah setia meski dalam tekanan.”
Di era modern, simbol ini mungkin terlupakan atau dianggap sekadar ornamen arsitektur.
Padahal, ayam jantan di gereja membawa pesan mendalam, baik untuk mereka yang jatuh dalam dosa, mereka yang tertidur secara rohani, maupun mereka yang rindu untuk kembali menjadi pewarta kebenaran.
Saat Anda melihat seekor ayam jantan di menara gereja, ingatlah: itu bukan hiasan biasa.
Ia adalah simbol hidup dari pertobatan, kewaspadaan, dan kesetiaan dalam iman. Simbol yang mengajak kita untuk bangkit, seperti Petrus, dan melanjutkan perjalanan iman dengan penuh harapan. ***
Artikel Terkait
Kardinal Pietro Parolin Disebut Calon Terkuat Pengganti Paus Fransiskus Jelang Conclave, Ternyata Ini Alasannya
Kesederhanaan Mendiang Paus Fransiskus Terpancar dari Jam Tangan Seharga Rp800 Ribuan
Paus Fransiskus Wafat, Dunia Kenang Jam Tangan Murah Kesayangannya
Jejak Paus Leo XIV di Indonesia, Pernah Satu Meja dengan Suster OSA Ketapang dan Berkunjung ke Jayapura hingga Sorong Papua
Kardinal Timothy Dolan dari New York Sebut Figur Non-Partisan di Balik Terpilihnya Paus Leo XIV
Paus Leo XIV Resmi Tampil di Instagram, Akun @pontifex Perkenalkan Pemimpin Baru Gereja Katolik