Membangun Kepedulian Ekologis dan Iman di Tahun Yubelium 2025

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Selasa, 4 Maret 2025 | 13:53 WIB
Uskup Agustinus dalam Dokumentasi
Uskup Agustinus dalam Dokumentasi

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Surat gembala untuk Rabu Abu, 5 Maret 2025 – Dalam rangka memasuki masa Prapaskah, umat Kristiani di Keuskupan Agung Pontianak disapa dengan sebuah tema yang menggugah hati: “Pertobatan Ekologis: Peziarahan Pengharapan di Tahun Yubelium 2025”.

Tema ini menjadi sebuah ajakan untuk lebih peduli terhadap bumi sebagai "rumah bersama", yang saat ini sedang menghadapi kerusakan akibat eksploitasi berlebihan dan perubahan iklim yang merugikan banyak pihak, terutama mereka yang sudah terpinggirkan.

Baca Juga: Kondisi Terkini Paus Fransiskus: Sempat Alami Krisis Pernapasan, Kini Kembali Stabil

Hari Rabu Abu, yang jatuh pada 5 Maret 2025, menandai dimulainya masa puasa 40 hari, sebuah periode penting dalam kehidupan umat Kristiani.

Tema yang diangkat untuk Prapaskah tahun ini tidak hanya berfokus pada pertobatan pribadi tetapi juga pada kepedulian ekologis sebagai bentuk kasih terhadap sesama dan bumi.

Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, dalam Surat Gembala yang disampaikan menjelaskan bahwa tema tersebut bertujuan untuk memperbaharui dan memperdalam iman umat, mengingatkan umat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam yang saat ini semakin terancam.

“Pertobatan Ekologis” mengajak umat untuk merenungkan betapa pentingnya hubungan kita dengan alam dan sesama, terutama mereka yang miskin dan terdampak bencana. Dalam suasana Tahun Yubelium 2025, umat Kristiani diajak untuk memperbarui iman dan hidup yang lebih peduli terhadap sesama serta bumi yang memberi kehidupan bagi semua makhluk.

Baca Juga: Paus Fransiskus Tulis Pesan untuk Umat di Tengah Kondisi Masih Sakit, Begini Kata-nya

Uskup Agustinus Agus menegaskan bahwa peziarahan di tahun Yubelium ini mengingatkan kita bahwa hidup adalah perjalanan rohani yang penuh harapan. Meskipun penuh tantangan dan rintangan, kita tidak berjalan sendirian, tetapi bersama dengan sesama, mendekatkan diri kepada Tuhan yang selalu memberikan harapan dan kasih.

Selain itu, umat diajak untuk menjalani "Aksi Puasa Pembangunan", yang bukan hanya sebatas pengumpulan dana, tetapi juga sebagai ajang untuk lebih peduli kepada mereka yang membutuhkan, termasuk saudara-saudari kita yang miskin, terpinggirkan, dan terdampak bencana.

Paus Fransiskus dalam Ensiklik Fratelli Tutti mengingatkan pentingnya solidaritas antar sesama, tanpa memandang perbedaan ras, agama, dan budaya. Pesan ini semakin relevan di tengah kondisi dunia yang sering kali terpecah karena kepentingan pribadi dan kelompok.

Sebagai bagian dari tahun Yubelium ini, umat diundang untuk melakukan peziarahan ke berbagai tempat suci di Keuskupan Agung Pontianak dan Gereja-gereja yang telah ditentukan, sebagai tanda pertobatan dan kesempatan untuk memperoleh “indulgensi penuh”, yang berarti penghapusan hukuman akibat dosa-dosa.

Baca Juga: Paus Fransiskus Mulai Pulih Perlahan, Dukungan Doa Mengalir dari Seluruh Dunia Termasuk Warga Argentina yang Berkumpul di Buenos Aires

Kegiatan lainnya yang dapat dilakukan untuk memperoleh indulgensi penuh meliputi mengaku dosa, mengikuti Sakramen Tobat, berdoa bagi intensi Paus, serta melakukan perbuatan kasih seperti mengunjungi orang sakit, membantu yang miskin, dan mendoakan jiwa-jiwa yang ada di api penyucian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X