Lawatan Apostolik ke Timor Leste, Paus Fransiskus Serukan Perlindungan Anak Muda

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 10 September 2024 | 12:23 WIB
Paus Fransiskus memeluk seorang anak saat berkunjung ke Dili, Timor Leste. (INstagram @franciscus)
Paus Fransiskus memeluk seorang anak saat berkunjung ke Dili, Timor Leste. (INstagram @franciscus)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Paus Fransiskus, dalam lawatan terakhirnya ke Asia Tenggara dan Oseania, telah mengajukan seruan agar kaum muda dilindungi dari kekerasan.

Setelah tiba di ibu kota Dili, Timor-Leste pada hari Senin, 9 September 2024, Paus meminta agar semua pihak tidak melupakan banyak anak-anak dan remaja yang telah mengalami pelanggaran martabat mereka.

Baca Juga: KWI Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf Setelah Kunjungan Paus Fransiskus

Ia mendorong masyarakat untuk melakukan segala upaya untuk mencegah pelecehan dan memastikan masa kecil yang sehat dan damai bagi semua anak muda.

Pernyataan Paus ini datang setelah adanya tuduhan terhadap seorang uskup terkenal Timor Leste, yang diklaim melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki pada tahun 1980-an dan 90-an.

Gereja Katolik telah mengetahui kasus ini sejak 2019 dan menerapkan tindakan disiplin pada tahun 2020, termasuk membatasi pergerakan Uskup Carlos Ximenes Belo dan melarang kontak sukarela dengan anak-anak.

Baca Juga: Perjalanan 25 Tahun Imamat Romo Agustinus OCD, dari Pelayanan Suci hingga Keahlian Membuat Wine

Jaringan Penyintas Pelecehan oleh Pendeta di Oseania menuntut agar Paus Fransiskus menggunakan dana Gereja untuk kompensasi kepada korban yang belum mendapatkan ganti rugi.

Jadwal kunjungan Paus tidak mencakup pertemuan dengan para korban, dan tidak jelas apakah Uskup Belo akan muncul bersamanya di Dili.

Selain itu, Paus Fransiskus memuji Timor Leste atas pencapaian mereka menuju "perdamaian dan kebebasan" setelah dua dekade meraih kemerdekaan dari Indonesia. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas harapan yang tidak pernah padam selama masa-masa sulit dan hari-hari gelap.

Selama kunjungan, Paus disambut dengan antusias oleh puluhan ribu umat yang berbaris di jalan-jalan sambil melambaikan bendera.

Baca Juga: Menular Hanya Lewat Kulit, Mpox Jadi Penyakit yang Cepat Tersebar di Dunia: Ini Upaya Pencegahannya di Indonesia

Timor Leste, yang mayoritas penduduknya Katolik, menjadi satu-satunya negara mayoritas Katolik yang dikunjungi Paus dalam lawatannya di Asia-Pasifik.

Sekitar 700.000 orang diperkirakan akan menghadiri misa terbuka yang akan dipimpin Paus di dekat Dili pada hari Selasa.

Namun, ada kontroversi terkait penggusuran rumah dan pengusiran penduduk dari area tempat misa akan diadakan, yang telah menuai kritik dari masyarakat lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: bbc.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X