PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Paus Fransiskus, dalam lawatan terakhirnya ke Asia Tenggara dan Oseania, telah mengajukan seruan agar kaum muda dilindungi dari kekerasan.
Setelah tiba di ibu kota Dili, Timor-Leste pada hari Senin, 9 September 2024, Paus meminta agar semua pihak tidak melupakan banyak anak-anak dan remaja yang telah mengalami pelanggaran martabat mereka.
Baca Juga: KWI Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf Setelah Kunjungan Paus Fransiskus
Ia mendorong masyarakat untuk melakukan segala upaya untuk mencegah pelecehan dan memastikan masa kecil yang sehat dan damai bagi semua anak muda.
Pernyataan Paus ini datang setelah adanya tuduhan terhadap seorang uskup terkenal Timor Leste, yang diklaim melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki pada tahun 1980-an dan 90-an.
Gereja Katolik telah mengetahui kasus ini sejak 2019 dan menerapkan tindakan disiplin pada tahun 2020, termasuk membatasi pergerakan Uskup Carlos Ximenes Belo dan melarang kontak sukarela dengan anak-anak.
Baca Juga: Perjalanan 25 Tahun Imamat Romo Agustinus OCD, dari Pelayanan Suci hingga Keahlian Membuat Wine
Jaringan Penyintas Pelecehan oleh Pendeta di Oseania menuntut agar Paus Fransiskus menggunakan dana Gereja untuk kompensasi kepada korban yang belum mendapatkan ganti rugi.
Jadwal kunjungan Paus tidak mencakup pertemuan dengan para korban, dan tidak jelas apakah Uskup Belo akan muncul bersamanya di Dili.
Selain itu, Paus Fransiskus memuji Timor Leste atas pencapaian mereka menuju "perdamaian dan kebebasan" setelah dua dekade meraih kemerdekaan dari Indonesia. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas harapan yang tidak pernah padam selama masa-masa sulit dan hari-hari gelap.
Selama kunjungan, Paus disambut dengan antusias oleh puluhan ribu umat yang berbaris di jalan-jalan sambil melambaikan bendera.
Timor Leste, yang mayoritas penduduknya Katolik, menjadi satu-satunya negara mayoritas Katolik yang dikunjungi Paus dalam lawatannya di Asia-Pasifik.
Sekitar 700.000 orang diperkirakan akan menghadiri misa terbuka yang akan dipimpin Paus di dekat Dili pada hari Selasa.
Namun, ada kontroversi terkait penggusuran rumah dan pengusiran penduduk dari area tempat misa akan diadakan, yang telah menuai kritik dari masyarakat lokal.
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Tiba di Indonesia, Naik Kijang Innova Zenix dan Duduk di Depan
Mengenal Paus Fransiskus: Pembelajaran Sepanjang Hayat dan Kehidupan Sederhananya
Mengenal Paus Fransiskus: Peduli Terhadap Mereka yang Membutuhkan
Paus Fransiskus Sampaikan Salam Hangat kepada Presiden Terpilih Prabowo di Istana Merdeka
Paus Fransiskus Sebut Terowongan Istiqlal-Katedral Jadi Simbol Dialog dan Persaudaraan
Paus Fransiskus dan Imam Besar Istiqlal Jelajahi Terowongan Persaudaraan