Satu Meja Bersama Santo Dominikus

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Kamis, 8 Agustus 2024 | 15:16 WIB
Table of Saint Dominic by Anonymous. Date 14th Century Stock Photo - Alamy (2024)
Table of Saint Dominic by Anonymous. Date 14th Century Stock Photo - Alamy (2024)

Kebaikan menjadi persembahan yang menggembirakan. Kesukaran dan ketidakmampuan juga menjadi persembahan yang tidak kalah menggembirakan.

Semua disatukan bersama dalam ucapan syukur. Semua dapat kita persembahkan di meja, karena Tuhan selalu menyertai kita.

Dalam kegembiraan, Tuhan hadir. Dalam tangis, Tuhan juga hadir. Tawa dan tangis datang berganti, dan Tuhan selalu hadir. Tuhan, terima kasih persembahan kami kau ubah menjadi berkat.

Dominikus mengubah berkat yang diterima menjadi rahmat bagi orang lain. Ketika kita makan bersama, kita tidak hanya memperoleh nutrisi dari setiap makanan yang kita konsumsi.

Kita juga mengenyangkan jiwa kita dengan cerita yang kita bagikan atau orang lain bagikan kepada kita. Kita mendengarkan kisah-kisah yang menghibur atau kisah-kisah sedih yang menguatkan.

Kita belajar menjadi motivator atau sekedar menjadi pendengar yang baik bagi teman makan kita.

Tentu saja tidak ada handphone atau infotaiment televisi yang mengganggu waktu intim tersebut. Dari setiap nutrisi yang kita serap, raga dan jiwa, kita memampukan kita menjadi rahmat bagi orang-orang di sekeliling kita.

Hal menarik dalam Dies Natalis Santo Dominikus ke 800 ini, kita dikumpulkan dalam sebuah meja virtual. Dengan masih tingginya angka penularan covid-19, kita dicegah untuk berkerumun dan berkumpul.

Alhasil, kita hanya dapat bertemu secara virtual. Sedih memang, tapi tak disangka ini merupakan jalan rahmat.

Melalui Zoom, lebih banyak orang dapat hadir. Tidak seperti pertemuan tatap muka yang dibatasi gedung atau perjalanan yang memakan waktu, kali ini lebih banyak wajah-wajah baru yang kita jarang lihat dapat hadir dalam sarasehan.

Lebih banyak peserta, banyak pula berkat yang dapat kita terima dan lebih besar lagi rahmat yang bisa kita bagikan setelah acara ini selesai.

Dominikus ternyata sudah menyiapkan jalannya agar kita dapat menjadi pewarta rahmat seperti beliau. Santo Dominikus, doakanlah kami. (S – Pena Katolik).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X