“Untuk itu saya sangat menyambut baik dan sangat menginisiasi, dengan terselenggaranya temu akbar ini di Kabupaten Melawi, karena kegiatan ini adalah kegiatan positif untuk berkumpul untuk merenungkan hidup karena memiliki kompleksitas persoalan orang muda diharapkan menemukan pencerahaan untuk mengingat dirinya masing-masing,” kata Bupati Melawi (25/06/2024).
Sebagai pejabat daerah dia berharap kegiatan Temu Akbar OMK Keuskupan Sintang dapat membina keimanan.
Menurutnya pertemuan itu akan menjadi benteng generasi muda sehingga tidak terpengaruh dari hal-hal yang negatif, dengan begitu generasi muda akan menjadi generasi yang berguna, bagi bangsa, negara dan daerah.
“Kegiatan ini tentunya, juga akan semakin meningkatkan jalinan silahturahmi baik jaringan masyarakat, kaum muda maupun daerah,” katanya, (25/06/2024).
Sebagai kepala daerah, tentunya kegiatan itu dapat memperkuat persatuan dan kesatuan dalam bingkai khebinekaan dan kemajemukan untuk senantiasa bersama untuk mencapai cita-cita menjadikan Kabupaten Melawi damai dan sejahtera.
“Pada kesempatan yang baik juga, saya ingin mengajak seluruh orang muda katolik, untuk bersama-sama bersinergi, bergandengan tangan, dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Melawi yang kita cintai ini,” kata Bupati sembari menutup sambutannya.
Ambil bagian tugas gereja
Menjadi OMK artinya menjadi orang Katolik dengan mengemban nama dan perilaku yang seturut dengan khas katolik.
Hal yang serupa disampaikan oleh Vikjen Keuskupan Sintang Pastor Leonardu Miau dalam sambutannya di Opening Ceremony malam 25 Juni 2024.
Dia menyampaikan bahwa Keuskupan Sintang berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Melawi, yang telah dengan ringan tangan memberikan bantuan sehingga pertemuan Orang muda katolik ini terlaksana dengan baik.
Menurut Pastor Miau, kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran panitia terobati. Itulah tanda bagaimana orang Katolik hidup berbangsa dan bernegara untuk saling meyalani dan membantu satu sama lain.
“Yang kedua, Keuskupan berterima kasih kepada Pastor Paroki, yang masing-masing dengan caranya, menghadirkan orang-orang muda ini ke tempat ini,” kata Pastor Miau, (25/06/2024).
Pastor Miau juga menyebutkan bahwa ada yang datang dari Kapuas Hulu, Ambalau, Badau dan masih banyak lagi. Dia dengan tegas menyampaikan bahwa ada sebanyak 37 paroki yang terlibat dalam Temu Akbar OMK Sintang.
“Tanpa semangat yang tulus maka kita mungkin tidak bisa melaksanakan kegiatan ini dengan baik,” katanya, (25/06/2024).
Dia juga berterima kasih kepada panitia yang sudah bekerja sehingga acara terlaksana dengan baik.