Selama 16 Tahun Bermisi di Borneo, Romo Nantes OP, Pastor Asal Filipina Berpesan: Tetaplah Berjalan Bersama

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Rabu, 24 April 2024 | 17:21 WIB
Misa Paskah Bersama Kelurga Besar Dominikan Indonesia wilayah Pontianak dan sekitarnya, 11 April 2024 (Pontianak Globe)
Misa Paskah Bersama Kelurga Besar Dominikan Indonesia wilayah Pontianak dan sekitarnya, 11 April 2024 (Pontianak Globe)

Dia dengan tegas menggarisbawahi bahwa kasih berarti mau memberi, sebagaimana Yesus dan para orang kudus lakukan.

"Semua teladan St. Dominikus untuk mewartakan injil, Thomas Aquinas semua teladannya untuk mengajar, Margaret dari Castello, dengan keterbatasannya ia tetap memberi,” kata Romo Nantes.

Sebagai Dominikan, lanjut Romo Nantes; “berarti mau bersatu dengan Yesus, menjadi kurban demi keselamatan jiwa-jiwa, sesuai dengan perannya masing-masing.”

Baca Juga: Prilly Latuconsina: Liburan Penuh Sampah, Gerakan #Generasipedulibumi Lahir

Baginya, mau bersatu dengan Yesus berarti disitulah kebahagiaan dan kegenapan dapat ditemukan.

Semua tentang kasih adalah cerminan cinta kasih Allah yang memberikan semua secara Total.

Dalam Doa Romo Nantes tak terlepas dari mendoakan agar anggota Keluarga Dominikan dapat mencintai Allah dengan sepenuh hati.

16 Tahun bermisi di Indonesia

Wajah yang tak pernah menunjukkan kesedihan dan semangat yang menjadi modal pewartaannya menjadi penguat dalam misinya di Indonesia (STT Pastor Bonus) selama 16 tahun berada dalam misi suci Ordo Dominikan.

Romo Nantes OP tak hanya menjadi terang dalam pengajarannya soal teologi maupun memformasi imam-imam muda di Keuskupan Agung Pontianak, karena itulah tak sedikit Imam muda yang memuji kecerdasan intelektual bahkan teladan hidupnya selama berada di Indonesia.

Baca Juga: Perbandingan antara Aplikasi Nike Training Club vs Strava untuk Penyuka Olahraga, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Misa paskah bersama dijadikan sebagai 'momen perpisahan dengan Romo Nantes' sebab dia akan segera mengakhiri misinya di Indonesia, khususnya di pulau Borneo.

Dalam ceritanya, Romo Nantes sudah berkarya di Indonesia selama 16 tahun dan selama itu juga dirinya tidak pernah merasa sendirian karena sejak awal sudah berjalan bersama.

Dalam hal ini dia meyakinkan kepada semua peserta bahwa jalan bersama dalam konteks ini merupakan jalan bersama dengan Allah yang diwujudkan sebagai esensi kehadiran Allah melalui orang-orang yang dia temui.

"Saat kita berjalan sendirian maupun bersama, mungkin tidak akan membuat perbedaan nasib, tetapi ketika kita bersama-sama dengan orang yang beriman sama, tentu dengan mereka yang punya harapan, pasti ada pembeda," tutur Romo Nantes OP dalam sambutannya pada 11 April 2024 di Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Pena Katolik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X