Profil Singkat Mgr Victorius Dwiardy OFM Cap: Tugas dan Tanggungjawab Besar dalam Ordo Kapusin

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 4 November 2023 | 17:53 WIB
Victorius Dwiardy OFM Cap bersama saudara-saudara Kapusin dalam satu kesempatan. (Pontianak Globe/ofmcappontianak.org)
Victorius Dwiardy OFM Cap bersama saudara-saudara Kapusin dalam satu kesempatan. (Pontianak Globe/ofmcappontianak.org)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Setelah menyelesaikan masa Novisiat, Victorius melanjutkan pendidikannya di Fakultas Filsafat dan Teologi di STFT St Yohanes, Pematangsiantar.

Pada saat itu, Dekan Fakultas Filsafat adalah P Leo L Sipahutar OFMCap dan pembantu dekan I adalah P Anselmus F Fau.

Baca Juga: Wah! Raphael Maitimo, Mantan Pemain Timnas Indonesia Jadi Staf Timnas Kanada di Piala Dunia U-17 2023

Victorius mengejar pendidikan Filsafat (dan masa Tahun Orientasi Pastoral) pada tahun 1990-1995, sementara Pendidikan Teologi dijalani pada tahun 1996-1998.

Ia berhasil menyelesaikan studinya di STFT St Yohanes Pematangsiantar dengan hasil yang sangat memuaskan.

Victorius Selamat Kaul Kekal dalam Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi Santa Maria Ratu Para Malaikat pada tanggal 23 Agustus 1997.

Baca Juga: Setelah Tertunda Puluhan Tahun, The Beatles Akhirnya Merilis Album 'Now and Then'

Selama menjadi vikaris di Katedral Paroki, Pontianak (1998-2000), ia aktif terlibat dalam animasi kepemimpinan dan kreativitas kaum muda di sekitar Pontianak.

Ia juga mengadakan kegiatan pelatihan dan penyuluhan bagi penduduk di desa-desa terpencil, menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap kaum lemah dan marginal.

Karena perhatiannya terhadap mereka yang membutuhkan perlindungan dan keadilan, P Samuel Oton Sidin OFM Cap, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Provinsial (sekarang Uskup Sintang), menunjuk Victorius untuk mengejar pendidikan di bidang hukum.

Baca Juga: Miris! Awalnya Dikasih Gratis, 2 Siswi SMP di Pontianak Ini Kini Kecanduan Narkoba

Pada awal tahun 2001, Victorius pindah ke Fraternitas Paroki Santo Fransiskus Assisi, Tebet, Jakarta, agar persiapannya lebih matang dan fokus.

Di samping membantu P Bernard Lam OFM Cap (Pastor Paroki), ia juga mengikuti kursus Bahasa Belanda di Erasmus Taalcentrum.

Setelah mendapat persetujuan resmi dari P John Corriveau OFM Cap, Minister Jenderal pada waktu itu, Victorius melanjutkan kursus Bahasa Belanda di Pusat Bahasa Universitas Katolik Nijmegen, Belanda, dari Maret hingga Desember 2002.

Setelah menyelesaikan kursus tersebut, Victorius kembali ke Indonesia sambil terus melayani di Paroki Santo Fransiskus Assisi, Tebet, Jakarta.

 

Pendidikan dan Aktivitas di Bidang Hukum

Pada tahun 2003, Victorius diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum, Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, dengan program studi Hukum Sipil.

Selama kuliah di UKI, Victorius mengikuti berbagai pelatihan dan seminar di bidang advokasi hukum yang diselenggarakan oleh beberapa organisasi, seperti Permahi Jaya dan Kepresma Usakti (Jakarta), Forum Indonesia Sehat (Jakarta), Yayasan Pengembangan dan Manajemen Kesehatan Perdhaki (Jakarta), Akademi Sekretari dan Manajemen Marsudirini (ASMI) Santa Maria (Yogyakarta), dan banyak lainnya.

Baca Juga: Duet Luar Biasa Lyodra dan DK IKON di Grand Final The Indonesian Next Big Star, Menggetarkan Hati Penonton

Ia merasa bersyukur karena dapat belajar dari para advokat yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, yayasan, dan manajemen perkantoran.

Victorius kemudian lulus pada tanggal 29 Februari 2008, dengan hasil yang sangat memuaskan.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Victorius diangkat sebagai Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak dan Ketua Yayasan Dharma Insan yang mengelola Rumah Sakit Santo Antonius dan Akademi Keperawatan Dharma Insan, Pontianak (tahun 2008-2012).

Baca Juga: Live Score Hasil Persekat vs Gresik United Liga 2, Kick Off Sore ini Pukul 15.00 WIB

Selama empat tahun ini, Victorius aktif menjalin hubungan dengan para ahli hukum dan mengikuti pelatihan serta pendidikan di bidang hukum.

Beberapa kegiatan yang diikutinya meliputi Pelatihan Penyusunan Kontrak/Perjanjian Antara Dokter dan Rumah Sakit (oleh Yayasan Pengembangan dan Manajemen Kesehatan Perdhaki), Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) (oleh Perhimpunan Advokat Indonesia – PERADI), Pendidikan Pancasila, Konstitusi, dan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi bagi Kalangan Pendidik Perguruan Tinggi dan Sekolah Katolik se-Indonesia (oleh Mahkamah Konstitusi RI), dan banyak lainnya.

Tidak dapat disangkal bahwa Victorius adalah individu berbakat dalam bahasa dan memiliki kemampuan belajar yang luar biasa.

Jaringannya dengan para advokat dan praktisi hukum sudah cukup kuat.

Ia memiliki peluang yang baik untuk melanjutkan studi lebih lanjut, bahkan hingga tingkat doktoral.

Namun, Tuhan Yesus memiliki rencana yang berbeda untuknya.

 

Tugas Besar dalam Ordo Kapusin

Pada tahun 2012, Victorius terpilih dan diangkat menjadi Menteri Provinsial Kapusin Provinsi Pontianak.

Sebagai seorang provinsial, ia bertanggung jawab dalam mengoordinasikan seluruh personel Kapusin di Provinsi Pontianak, yang tersebar di Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Sanggau, Keuskupan Sintang, Keuskupan Palangkaraya, dan juga di luar negeri.

Baca Juga: Las Palmas vs Atletico Madrid, Peluang Los Rojiblancos Bantah Puncak Geser Real Madrid

Selain itu, Victorius juga menjabat sebagai presiden Konferensi Kapusin Asia Pasifik (PACC), sebuah badan asosiasi bagi petinggi Ordo Kapusin di seluruh wilayah Asia Pasifik.

Namun, ia hanya memegang kedua jabatan tersebut selama kurang dari satu tahun.

Ternyata, Tuhan Yesus telah menyiapkan jabatan yang lebih tinggi bagi Victorius.

Pada tahun 2013, Konselor Jenderal untuk PACC sedang mengalami sakit berat dan mengajukan pengunduran diri.

Konselor Jenderal adalah anggota Dewan Penasehat untuk Minister General di Roma, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan kerjasama antara para provinsial, kustos, dan delegatus di wilayah konferensi tertentu yaitu negara-negara di mana saudara-saudara Kapusin berkarya.

Baca Juga: Kisah Tragis! Penemuan Seorang Pria dalam Keadaan Meninggal di Kapal KM Berkat Usaha

Hanya ada 10 Konselor Jenderal di seluruh Ordo Kapusin di dunia.

Victorius dipilih untuk menggantikan jabatan Konselor Jenderal PACC dan harus tinggal di Kuria General, Roma.

Sejak tahun 2013 hingga 2023, Victorius adalah pemimpin tertinggi bagi para provinsial, kustos, dan delegatus di wilayah Asia Pasifik.

Wilayahnya meliputi Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia-Singapura, Selandia Baru, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Pakistan (yang terbaru).

Ia menguasai bahasa Italia, Inggris, dan Belanda.

Saat ini, ia sedang belajar bahasa Spanyol dan Prancis. ***

 

Halaman:
1
2
3
4
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: ofmcappontianak.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X