Baca Juga: Imam Paroki Gaza Menceritakan Dua Panggilan Telepon dari Paus Fransiskus
“Setiap hari kami mengadakan dua Misa,” katanya. “Kami juga selalu berdoa Rosario bersama anak-anak dan keluarganya.”
Pada Minggu malam, pastor paroki merayakan Misa dan membaptis seorang anak ke dalam iman Kristen.
“Sang ibu takut terjadi sesuatu yang buruk dan meminta untuk membaptis putranya,” katanya. “Itu adalah momen kebangkitan spiritual dan kelahiran kembali bagi kita semua.”
Sr Nabila Saleh mengakhiri wawancara dengan seruan untuk perdamaian dan keadilan di Palestina.
“Kami menginginkan perdamaian karena perang tidak ada gunanya bagi siapa pun. Kami ingin perang brutal ini berakhir,” katanya.
“Banyak orang kehilangan orang yang mereka cintai, rumah mereka, dan segala sesuatu yang mereka miliki. Kami meminta keadilan: keadilan dan perdamaian. Rakyat Palestina juga punya hak untuk hidup. Kami mohon jangan menghukum masyarakat karena kelompok fanatik. Dan kemudian kami meminta Anda mendoakan kami,” ujar Sr Nabila Saleh.
Artikel Terkait
Deni Iskandar, Anak Pangenglang Murid Abuya KH Ahmad Muhtadi bin Dimyathi al-Bantani Bertemu Paus Fransiskus
Kunjungan Paus Fransiskus ke Marseille: Momen Doa, Pertemuan, dan Misa Kudus
Paus Fransiskus Mendorong Perlindungan Anak dan Lingkungan dalam Pidatonya untuk Clinton Global Initiative
Paus Fransiskus Mencari Solusi Damai untuk Nagorno Karabakh
Paus Fransiskus: 70 Tahun Mengikuti Panggilan Rahmat
Paus Hati-hati Berikan Jawaban 'ya' pada Pemberkatan Pernikahan Sesama Jenis, dan 'tidak' pada Imam Perempuan
Dukacita Paus Terhadap Perang di Tanah Suci: Kardinal Parolin Mengecam Serangan Terhadap Israel
Paus Minta Doa untuk Perdamaian dan Sinode
Imam Paroki Gaza Menceritakan Dua Panggilan Telepon dari Paus Fransiskus
Hamas dan Israel Berkonflik, Paus Fransiskus yang Sakit