Oleh karena itu, masa novisiat Gerardus dipersingkat, dan pada tahun 1752, ia mengucapkan kaul sebagai bruder awam dalam tarekat tersebut.
Di dalam biara, Santo Gerardus bertugas sebagai penjaga pintu, koster, perawat bagi rekan-rekan yang sakit, serta menjahit pakaian untuk semua anggota biara.
Selama tiga tahun berikutnya, ia mulai dikenal secara luas karena berbagai tanda-tanda ajaib yang ia lakukan.
Ia memiliki kemampuan meramal, dapat berada di dua tempat sekaligus (bilokasi), mampu membaca pikiran dan hati nurani seseorang, dan bahkan berkomunikasi dengan binatang.
Pada suatu keadaan ekstase, ia bahkan dikatakan terbang sejauh setengah mil.
Berkat semua karunia adikoderati ini, Santo Gerardus ditunjuk sebagai pembimbing rohani untuk beberapa biara dan diangkat sebagai penasehat rohani bagi rohaniwan lainnya.
Ia bekerja di biara Napoli dan Caposele, sering mendampingi para misionaris dalam perjalanan mereka, dan bahkan melakukan penyembuhan ajaib terhadap orang yang sakit.
Tanggal kematiannya telah diketahui dengan pasti jauh sebelumnya, dan Santo Gerardus meninggal dunia pada tanggal 15 Oktober 1755 di biara Caposele, Italia.
Pada tanggal 29 Januari 1893, ia dinyatakan sebagai 'beato' oleh Paus Leo XIII, dan kemudian dinyatakan sebagai 'santo' oleh Paus Pius X pada tanggal 11 Desember 1904.
Hari ini, Santo Gerardus dari Mayella diperingati oleh Umat Katolik setiap tanggal 16 Oktober sebagai hari peringatannya.***
Artikel Terkait
Gereja Santo Petrus Cianjur Rusak Berat, Umat Katolik Tetap Sukacita Rayakan Natal 2022
Paus Sebagai Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik Roma. Mengapa Disebut Penerus Tahta Santo Petrus?
Uskup Agustinus Pimpin Misa Pesta Santo Yoseph di Paroki Karangan. Misi Pertama Kongregasi OSJ di Indonesia
Uskup Agustinus Tinjau Perkembangan Pembangunan Gereja Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang
Kisah Anjing Santo Bernard yang Menyelamatkan Nyawa Seorang Anak Laki-laki di Pegunungan Alpen
Tahbisan Diakon di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak: Uskup Agustinus Tegaskan Tiga Pokok Teladan
Kerjasama Pendidikan Internasional: Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Terima Kunjungan dari Jepang