PONTIANAKGLOBE.COM PONTIANAK -- Banyak orang mengenal 'kanebo' sebagai lap yang digunakan untuk mencuci atau membersihkan kendaraan bermotor.
Lap ini terkenal karena kemampuannya menyerap air dengan baik dan cepat kering.
Baca Juga: Angel Karamoy Ungkap Alasan Belum Menikah Lagi Setelah 9 Tahun Menjanda
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa penggunaan istilah 'kanebo' untuk lap kendaraan sebenarnya salah kaprah.
Kanebo, yang nama aslinya adalah Plas Chamois, merupakan kain lap sintetis yang terbuat dari spons Polyvinyl Alcohol (PVA).
Kain ini dikenal karena kemampuannya menyerap air dalam jumlah besar serta daya tahannya yang baik, meskipun digunakan dalam waktu lama.
Plas Chamois adalah merek dagang dari perusahaan Jepang bernama Kanebo.
Pada tahun 1990-an, perusahaan ini memproduksi lap Plas Chamois, namun karena di kemasan produk, nama 'Kanebo' tercetak di bagian atas, masyarakat lebih mengenal lap tersebut dengan sebutan kanebo, bukan Plas Chamois'.
Baca Juga: Aisyah Aqilah Punya Strategi Unik saat Menghadapi Stres di Tengah Kesibukan sebagai Selebritis
Dilansir dari situs resmi AION, Kanebo memulai bisnis spons PVA pada Agustus 1952 melalui Kanebo Group.
Lap serbaguna Plas Chamois sendiri baru diluncurkan pada tahun 1963.
Pada September 1999, perusahaan kimia Kanebo diakuisisi oleh AION.
Baca Juga: Setelah 8 Tahun Bersama, Neida Aleida Tinggalkan HiVi! dan Sampaikan Pesan Haru
Pergantian nama perusahaan ini berdampak pada produk Plas Chamois, yang sekarang dipasarkan dengan nama AION Plas Chamois.
Meski demikian, di Indonesia lap ini masih sering disebut kanebo.
Artikel Terkait
Asal Usul Bir Pletok, Minuman Berempah Khas Betawi yang Populer dan Tak Memabukkan
Ternyata Selama Ini Keliru, Begini Cara Benar Menghilangkan Bau Amis Ikan Tanpa Lemon
Cara Efektif Melatih Anjing Dewasa, Begini Trik dan Tips Praktis
Apa Itu CLA? Mengenal Profesi Auditor Hukum, Peluang Karir untuk Lulusan Fakultas Hukum
Asal Usul Huruf 'K' Sebagai Singkatan Ribuan, Ini Penjelasannya Ternyata Ilmiah Lho
Mengapa Harga 15K Artinya Rp 15.000? Begini Alasan Penggunaan 'K'