Mengapa Lap Kendaraan Disebut Kanebo? Ini Sejarah dan Asal Usulnya

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Sabtu, 19 Oktober 2024 | 04:05 WIB
Kanebo, yang nama aslinya adalah Plas Chamois, merupakan kain lap sintetis yang terbuat dari spons Polyvinyl Alcohol (PVA).
Kanebo, yang nama aslinya adalah Plas Chamois, merupakan kain lap sintetis yang terbuat dari spons Polyvinyl Alcohol (PVA).

PONTIANAKGLOBE.COM PONTIANAK -- Banyak orang mengenal 'kanebo' sebagai lap yang digunakan untuk mencuci atau membersihkan kendaraan bermotor.

Lap ini terkenal karena kemampuannya menyerap air dengan baik dan cepat kering.

Baca Juga: Angel Karamoy Ungkap Alasan Belum Menikah Lagi Setelah 9 Tahun Menjanda

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa penggunaan istilah 'kanebo' untuk lap kendaraan sebenarnya salah kaprah.

Kanebo, yang nama aslinya adalah Plas Chamois, merupakan kain lap sintetis yang terbuat dari spons Polyvinyl Alcohol (PVA).

Kain ini dikenal karena kemampuannya menyerap air dalam jumlah besar serta daya tahannya yang baik, meskipun digunakan dalam waktu lama.

Plas Chamois adalah merek dagang dari perusahaan Jepang bernama Kanebo.

Pada tahun 1990-an, perusahaan ini memproduksi lap Plas Chamois, namun karena di kemasan produk, nama 'Kanebo' tercetak di bagian atas, masyarakat lebih mengenal lap tersebut dengan sebutan kanebo, bukan Plas Chamois'.

Baca Juga: Aisyah Aqilah Punya Strategi Unik saat Menghadapi Stres di Tengah Kesibukan sebagai Selebritis

Dilansir dari situs resmi AION, Kanebo memulai bisnis spons PVA pada Agustus 1952 melalui Kanebo Group.

Lap serbaguna Plas Chamois sendiri baru diluncurkan pada tahun 1963.

Pada September 1999, perusahaan kimia Kanebo diakuisisi oleh AION.

Baca Juga: Setelah 8 Tahun Bersama, Neida Aleida Tinggalkan HiVi! dan Sampaikan Pesan Haru

Pergantian nama perusahaan ini berdampak pada produk Plas Chamois, yang sekarang dipasarkan dengan nama AION Plas Chamois.

Meski demikian, di Indonesia lap ini masih sering disebut kanebo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X