Ketika Manusia Tidak Lagi Menghormati Ciptaan
Kerusakan hutan tidak selalu dapat dijelaskan hanya sebagai akibat dari fenomena alam.
Dalam banyak kasus, aktivitas manusia menjadi faktor yang memperbesar dampak kerusakan lingkungan.
Ketika seseorang membakar atau menghancurkan hutan demi kepentingan ekonomi, sering kali yang terlihat hanyalah hilangnya pohon atau berubahnya fungsi lahan.
Padahal, di balik itu terdapat kehidupan yang ikut menjadi korban.
Ada ekosistem yang rusak.
Ada hubungan antarspesies yang terputus.
Ada masa depan generasi berikutnya yang terancam kehilangan warisan alam yang seharusnya mereka terima.
Lebih dari itu, ada berbagai makhluk ciptaan Tuhan yang tidak memiliki kemampuan untuk menyampaikan penderitaan mereka.
Salah satu persoalan besar manusia modern adalah munculnya sikap mementingkan diri sendiri.
Tidak jarang manusia hanya berpikir selama kebutuhannya terpenuhi, maka semuanya dianggap berjalan baik.
Selama keuntungan diperoleh, kerusakan yang terjadi sering kali dianggap sebagai hal yang dapat diterima.
Selama penderitaan itu tidak terlihat secara langsung di depan mata, kepedulian pun mudah diabaikan.
Padahal bumi bukan hanya disediakan untuk kepentingan manusia.
Kehidupan tidak hanya berbicara tentang manusia, melainkan tentang seluruh jaringan ciptaan yang saling bergantung.