“Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kebijaksanaan moral, dan kepedulian terhadap sesama, apalagi yang erat kaitannya dengan dunia kesehatan,” katanya.
Menurut Agnes, profesi kesehatan pada dasarnya merupakan profesi pelayanan. Karena itu, nilai-nilai seperti empati, integritas, dan penghormatan terhadap martabat manusia harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.
Dia juga menambahkan bahwa berbagai persoalan kesehatan yang muncul di masyarakat saat ini juga semakin kompleks.
Selain persoalan medis, tenaga kesehatan harus memahami faktor sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang memengaruhi kondisi kesehatan seseorang.
Dalam situasi seperti itu, kemampuan berpikir kritis dan reflektif menjadi sangat penting agar pelayanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada penyembuhan penyakit, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup manusia secara menyeluruh.
Agnes berharap Workshop Humaniora yang diselenggarakan Unika San Agustin dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat untuk melihat kembali hubungan antara ilmu pengetahuan, etika, dan kemanusiaan.
Menurutnya, diskusi mengenai filsafat bukan sekadar pembahasan teoritis, melainkan upaya untuk memperkuat fondasi moral dan intelektual yang dibutuhkan dalam kehidupan profesional.
“Mari kita manfaatkan kesempatan berharga ini untuk belajar bersama, membuka pemikiran, memperluas wawasan, dan semakin memahami peran filsafat dalam membentuk dunia pendidikan tinggi yang bermakna bagi kemanusiaan,” ajaknya.
Bagi Fakultas Kesehatan Unika San Agustin, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan lulusan menguasai ilmu dan teknologi. Keberhasilan juga terlihat dari lahirnya tenaga kesehatan yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kepedulian kemanusiaan.
Sebab pada akhirnya, di balik setiap tindakan pelayanan kesehatan, selalu ada manusia yang membutuhkan bukan hanya keahlian, tetapi juga pengertian, empati, dan sentuhan nilai-nilai kemanusiaan. (*)