pontianak-insights

Harga TBS Rp2.300 per Kilogram, Prof Gusti: Yang Hilang Bukan Sekadar Angka

Senin, 1 Juni 2026 | 17:23 WIB
Ilustrasi: Sektor perkebunan kelapa sawit menyumbang lapangan kerja sektor pertanian (Sumber foto: Pixabay)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang masih berkisar Rp2.300 per kilogram di sejumlah daerah mendapat sorotan dari Guru Besar Universitas Tanjungpura (Untan), Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc., QAM, IPU.

Menurutnya, persoalan harga sawit tidak bisa dilihat hanya dari angka-angka statistik.

Baca Juga: Berburu Kuliner Malam di Waterfront Pontianak: Trik Kenyang & Estetik Tanpa Bikin Dompet Akhir Bulan Menangis

Di balik setiap penurunan harga TBS, terdapat dampak nyata yang dirasakan langsung oleh keluarga petani.

"Di Kalimantan Barat, sawit adalah denyut ekonomi pedesaan. Ketika harga TBS turun, yang hilang bukan hanya angka dalam laporan statistik," kata Hardiansyah.

Ketua ICMI Orwil Kalbar itu menjelaskan, rendahnya harga TBS dapat memengaruhi kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan pembelian pupuk untuk musim tanam berikutnya.

Baca Juga: Nama Dicatut di 19 Publikasi, Ayuni Kemala Ancam Tempuh Jalur Hukum terhadap Prihantini Cs

Ia menilai kondisi tersebut menjadi ironi ketika harga minyak sawit mentah dunia relatif baik dan industri sawit nasional terus berkembang.

"Harga pupuk naik, biaya tenaga kerja naik, biaya transportasi naik. Namun harga TBS yang diterima petani justru masih tertekan," ujarnya.

Menurut Hardiansyah, kesejahteraan petani harus menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan sektor perkebunan.

Sebab, sawit Indonesia tidak tumbuh di ruang rapat atau pusat-pusat kekuasaan, melainkan di kebun-kebun rakyat yang dikelola petani setiap hari.

Baca Juga: Pasien Jantung Kritis, Dugaan Kelalaian Medis di RSUD AWS Ramai Dipertanyakan

"Mereka tidak meminta belas kasihan. Mereka hanya meminta harga yang adil atas hasil kerja keras mereka," katanya.

Ia berharap seluruh pihak memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi petani sawit agar manfaat ekonomi industri sawit dapat dirasakan secara merata hingga ke tingkat desa. ***

Tags

Terkini