PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Banyak anak muda terbiasa membuat konten media sosial mengikuti tren yang sedang viral.
Namun pengalaman mengikuti PKSN XIII memberi perspektif baru bagi para peserta tentang pentingnya menghasilkan konten yang memiliki makna.
Peserta kelas podcast, Robert, mengaku mendapat banyak pelajaran mengenai cara membangun percakapan yang natural dalam sebuah konten audio.
Menurutnya, keberhasilan sebuah podcast tidak hanya bergantung pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan.
“Pelajaran paling berharga bagi saya adalah mengubah wawancara yang kaku menjadi percakapan yang natural,” ujarnya.
Baca Juga: Amica Amico Pontianak Kenalkan Roujiamo, Burger Tertua Khas China
Sementara itu, peserta kelas video pendek Brigita Alma menyadari bahwa kreativitas harus diimbangi dengan kemampuan menyampaikan pesan secara jelas.
Ia mengaku selama ini lebih fokus pada aspek visual, tetapi kurang memperhatikan hubungan antara cerita dan pesan yang ingin disampaikan.
“Review dari mentor membuat kami melihat bagian-bagian yang masih kurang nyambung dalam video produksi kami,” katanya.
Baca Juga: Saprahan, Tradisi Melayu yang Mengajarkan Musyawarah dalam Kebersamaan
Melalui workshop PKSN XIII, peserta belajar bahwa konten yang baik tidak hanya mengejar perhatian audiens, tetapi juga mampu menghadirkan nilai dan manfaat.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi para pegiat komunikasi Gereja yang akan kembali berkarya di keuskupan masing-masing. ***