pontianak-insights

Dayak, Melayu, dan Hakka: Pelajaran Harmoni dari Kalimantan Barat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:28 WIB
Berpose di depan rumah Cagar Budaya Melayu di Kampung Wisata Caping, Kota Pontianak, Jumat (29/05/2026). (Komsos KAP)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Di banyak tempat, perbedaan sering menjadi alasan munculnya jarak.

Namun di Kalimantan Barat, keberagaman justru menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terus dirawat dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Terjebak Paylater dan Pinjol demi Validasi Sosial? Ini Trik Lepas dari Lingkaran Setan Utang Digital

Gambaran itu terlihat ketika ratusan peserta Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII mengunjungi rumah-rumah budaya Dayak, Melayu, dan Hakka di Kota Pontianak, Jumat, 29 Mei 2026.

Bagi peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, kunjungan tersebut bukan sekadar wisata budaya.

Mereka melihat secara langsung bagaimana masyarakat dengan latar belakang etnis berbeda hidup berdampingan dalam ruang sosial yang sama.

Di Rumah Hakka, peserta mendengar kisah tentang semangat persatuan yang diwariskan komunitas Tionghoa Hakka di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Bedah Bisnis: Mengapa Kafe Estetik Banyak yang Tumbang dalam Waktu Kurang dari 1 Tahun?

Di Rumah Betang, mereka belajar mengenai kehidupan komunal masyarakat Dayak yang menempatkan kebersamaan sebagai fondasi kehidupan.

Sementara di Rumah Melayu, peserta diperkenalkan pada tradisi musyawarah dan penghormatan terhadap tamu yang masih dijaga hingga kini.

Ketua Komisi Komsos Keuskupan Agung Pontianak, Paulus Mashuri, mengatakan kunjungan budaya tersebut menjadi cara memperkenalkan wajah lokal Kalimantan Barat kepada para peserta.

Baca Juga: Kenali FOMO Saham & Crypto: Mengapa Ikut-ikutan Tren Influencer Bisa Bikin Portofoliomu Boncos

“Peserta tidak hanya mendengar cerita tentang keberagaman, tetapi mengalami langsung bagaimana budaya menjadi ruang persaudaraan,” ujarnya.

Kalimantan Barat selama puluhan tahun dikenal sebagai wilayah yang dihuni beragam kelompok etnis, mulai dari Dayak, Melayu, Tionghoa, Madura, Jawa, Bugis, Batak, dan berbagai komunitas lainnya. Perbedaan itu membentuk wajah sosial daerah yang kaya akan tradisi dan budaya.

Di Pontianak, keberagaman tersebut terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman:

Tags

Terkini