pontianak-insights

Misteri Kehamilan Santriwati Terungkap! Dugaan Kasus Asusila di Pesantren

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:01 WIB
Menyoroti dugaan kasus asusila yang melibatkan pengasuh ponpes terhadap puluhan santriwati di Pekalongan, Jawa Tengah. (Dok. Instagram.com/@lbj_jakarta)

PONTIANAKGLOBE.COM, PEKALONGAN -- Dugaan kasus asusila yang melibatkan seorang pengasuh pondok pesantren di Pekalongan, Jawa Tengah, tengah menjadi sorotan publik di media sosial. Sosok yang dilaporkan terlibat dalam kasus tersebut adalah Abdul Halim Fadlun atau AHF, pengasuh Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati di Buaran, Kabupaten Pekalongan.

AHF diduga melakukan tindakan asusila terhadap lebih dari 25 santriwati. Kasus ini mencuat setelah viralnya narasi mengenai seorang santriwati yang disebut hamil tanpa pasangan atau “hamil karena mimpi”.

Baca Juga: Dugaan Rasisme Warnai Seleksi Paskibraka Sulsel 2026

Dalam video yang diunggah akun Instagram @lbj_jakarta pada Kamis (28/5/2026), terlihat AHF sempat digeruduk warga sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian setempat.

“Penangkapan ini berawal dari viralnya kasus santriwati asal Kedungkebo, Karangdadap, yang melahirkan secara misterius dan sempat dinarasikan hamil karena mimpi,” tulis unggahan tersebut.

Pihak kepolisian kemudian bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan masyarakat dan menemukan adanya kejanggalan medis dalam kasus tersebut. Berdasarkan hasil pendalaman awal Polres Pekalongan Kota, dugaan tindak asusila di lingkungan pesantren mulai terungkap.

Kapolres Pekalongan Kota Riki Yariandi mengatakan saat ini terdapat enam korban berusia 17 hingga 25 tahun yang telah menjalani pemeriksaan bersama terduga pelaku.

“Kami juga membuka kemungkinan adanya tambahan korban lain mengingat jumlah dugaan korban yang belum berani melapor disebut mencapai lebih dari 25 orang,” ujar Riki Yariandi di Pekalongan, Rabu (27/5).

Setelah diamankan, AHF langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Sejumlah santriwati yang diduga menjadi korban juga turut dimintai keterangan.

Sebelum penangkapan berlangsung, massa organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Yakuza Mangenes sempat mendatangi Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati pada Rabu (27/5). Mereka meminta pertanggungjawaban pihak pesantren atas dugaan tindakan asusila terhadap para santriwati.

Dalam aksi tersebut, sejumlah mantan santriwati disebut memberikan kesaksian di hadapan ratusan santri lainnya agar korban berani berbicara dan melapor kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga: Diaspora Indonesia Doakan Prabowo Saat Salat Iduladha di Paris

Juru bicara Yakuza Mangenes, Eko Ebes, mengatakan pihaknya menerima puluhan aduan terkait dugaan kasus tersebut. Namun hingga kini baru enam korban yang membuat laporan resmi ke polisi.

“Jumlah itu belum termasuk santriwati yang sebelumnya viral karena hamil dan melahirkan, yang juga diduga berkaitan dengan kasus tersebut,” ujar Eko.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum maupun pasal yang akan dikenakan kepada terduga pelaku.***

Tags

Terkini