PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian utama dalam Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII 2026 yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat.
Dalam malam penyambutan peserta, panitia menayangkan film pendek berjudul Wajah dan Suara yang mengangkat tantangan komunikasi di era digital.
Film tersebut menggambarkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memanipulasi identitas manusia, menciptakan relasi semu, hingga menjadi sarana penipuan apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.
Pastor Kepala Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak, RD Alexius Alex, mengatakan teknologi memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia.
Namun, penggunaannya harus tetap disertai kesadaran moral agar manusia tidak kehilangan empati dan hati nurani.
Baca Juga: Ketika Real Madrid Bahkan Tak Memiliki Wakil di Timnas Spanyol
“Gereja dipanggil untuk menghadirkan komunikasi yang menyejukkan, jujur, dan membawa harapan. Media dan teknologi hendaknya dipakai bukan untuk memecah, melainkan untuk memperkuat persaudaraan, membela kebenaran, dan menjaga martabat manusia,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak, RP Adiantus Aloysius CP, menegaskan bahwa komunikasi sejati tidak hanya berorientasi pada penyebaran informasi.
“Komunikasi yang sejati bukan sekadar menyebarkan informasi, tetapi membangun perjumpaan antarwajah, mendengarkan suara hati sesama, dan mewartakan kebenaran dengan penuh belas kasih,” katanya.
Melalui tema yang diangkat tahun ini, PKSN XIII 2026 mendorong para pegiat komunikasi Gereja untuk memanfaatkan teknologi secara bijaksana sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi komunikasi Kristiani. ***