Serangan Malam Tahun Baru di Katedral Cologne Digagalkan Polisi Jerman, Tersangka Apiliasi ISIS Ditangkap

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 2 Januari 2024 | 05:00 WIB
Katedral Cologne merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. (Unesco)
Katedral Cologne merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. (Unesco)

PONTIANAKGLOBE.COM, COLOGNE, JERMAN -- Polisi Jerman berhasil menggagalkan rencana serangan kelompok terduga teroris yang terkait dengan ISIS terhadap Katedral Cologne pada Malam Tahun Baru.

Tiga tersangka ditahan dalam kaitannya dengan rencana tersebut, di mana mereka berencana menggunakan mobil untuk menyerang bangunan bersejarah tersebut.

Direktur polisi Cologne, Frank Wissbaum, mengungkapkan bahwa tempat parkir bawah tanah di bawah katedral telah diperiksa dengan anjing pelacak semalaman.

Baca Juga: Ancelotti Setia di Real Madrid, Siap Pecahkan Rekor!

Para tersangka yang ditahan terkait dengan seorang pria Tajikistan berusia 30 tahun yang diduga memiliki keterkaitan dengan gerakan militan ISIS.

Penyelidikan terus dilakukan terhadap apa yang disebut sebagai "jaringan individu" dari Asia Tengah yang memiliki keterkaitan dengan beberapa negara bagian Jerman dan negara-negara Eropa.

Identitas atau latar belakang orang-orang yang ditahan tidak diungkapkan secara rinci.

Baca Juga: Real Madrid Tidak Terkalahkan dalam 17 Pertandingan Terakhir

Mereka ditahan di kota Duisburg, Herne, dan Noervenich, dengan perangkat komunikasi disita selama penggeledahan di apartemen mereka.

Keamanan di sekitar katedral ditingkatkan menjelang misa Malam Tahun Baru.

Polisi memperingatkan masyarakat terkait langkah-langkah keamanan yang diambil.

Selain itu, ribuan polisi tambahan berpatroli di Berlin dalam rangka perayaan Tahun Baru, dengan peningkatan kewaspadaan setelah demonstrasi pro-Palestina yang dijadwalkan dilarang.

Polisi juga memastikan bahwa tidak perlu khawatir jika melihat petugas membawa senapan mesin dan pelindung tubuh. ***

Baca Juga: Greenwood Jadi Incaran Utama Barcelona dan Real Madrid

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X