PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Keberagaman budaya Kalimantan Barat mewarnai malam penyambutan peserta Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII 2026 di Kompleks Katedral Santo Yosef Pontianak, Selasa, 26 Mei 2026.
Berbagai pertunjukan seni tradisional disajikan untuk menyambut ratusan peserta yang datang dari berbagai keuskupan di Indonesia.
Tarian etnik Dayak, alunan musik sape’, hingga pertunjukan musik etnik Tionghoa menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban.
Nuansa kebersamaan semakin terasa ketika Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, membuka sambutannya dengan sebuah pantun yang mengundang senyum peserta.
“Sudah lama tidak ke ladang, batang tebu sudah meninggi. Sudah lama rasanya kita tidak saling pandang, rasa rindu setengah mati,” ucapnya.
Pantun tersebut langsung disambut tepuk tangan para peserta yang memenuhi lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Mgr Agustinus Agus mengingatkan bahwa perkembangan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak dapat dihindari.
Namun teknologi tetap harus ditempatkan sebagai alat yang membantu manusia, bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kita tidak bisa menolak dan menghindari tantangan komunikasi yang sangat modern ini. AI itu bisa membantu dalam banyak hal, tetapi tetap itu produk-produk manusia,” katanya.
Malam budaya tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk saling mengenal dan membangun persaudaraan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan PKSN XIII 2026 selama sepekan ke depan.
Melalui seni, budaya, dan perjumpaan, para peserta diajak merasakan kekayaan Kalimantan Barat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam pelayanan komunikasi Gereja di Indonesia. ***