Program ini diikuti dua kelompok peserta. Gelombang pertama yang berlangsung pada 11–15 Mei diikuti 51 guru sekolah dasar dari Indonesia serta empat guru dari Timor Leste.
Sementara gelombang kedua pada 18–22 Mei melibatkan 41 pelatih yang terdiri atas instruktur lembaga pelatihan pemerintah, pemimpin pendidikan daerah, dosen perguruan tinggi, hingga anggota asosiasi guru Bahasa Inggris.
Baca Juga: Ekspektasi Tinggi Berujung Nirgelar, Real Madrid Akhiri Musim dengan Kekecewaan
Setelah menyelesaikan 40 jam pelatihan, para peserta diharapkan menjadi agen pelatih di daerah masing-masing dengan menyelenggarakan lokakarya lanjutan mengenai metode pembelajaran Bahasa Inggris yang aktif, menarik, dan berpusat pada siswa.
Salah satu peserta, Fitri Nur Laily, guru Bahasa Inggris dari MIN 1 Kota Malang, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari program tersebut.
“Program ini memberikan pengetahuan berharga tentang pembelajaran aktif dan penggunaan media visual yang inovatif. Saya termotivasi untuk menerapkannya di sekolah dan membagikan pengalaman ini kepada rekan-rekan guru, khususnya di lingkungan Kementerian Agama,” ujarnya.
PEYL merupakan hasil kolaborasi RELO dengan Direktorat Guru Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Guru Madrasah, serta Direktorat Pendidikan Pesantren Kementerian Agama.
Melalui program ini, para mitra berharap peningkatan kapasitas guru dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi ribuan siswa sekolah dasar di berbagai daerah di Indonesia. ***