pontianak-insights

Program SKI Bukan Sekadar CSR, Wartawan Ini Akui Dampaknya Nyata

Selasa, 5 Mei 2026 | 21:54 WIB
Program 'Ganti Atap Rumah Wartawan' yang digagas oleh PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) bersama dengan Promedia Group. (Dok. Istimewa )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Program 'Ganti Atap Rumah Wartawan' yang digagas PT Sirkular Karya Indonesia bersama Promedia Group terus berjalan dan kali ini menyasar rumah salah satu wartawan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Program ini menjadi bagian dari upaya tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga mendorong penggunaan hunian yang lebih sehat.

Salah satu penerima manfaat, Septya Santi, menceritakan kondisi rumahnya sebelum mendapat bantuan.

“Di bagian belakang rumah, setiap kali hujan, karena bocor jadi nya banjir. Selain itu, pernah juga ke setrum beberapa kali di dalam kamar. Dan alhamdulilah ternyata saya terpilih sebagai salah satu penerima program baik ini,” katanya.

Baca Juga: Pesan Ketua Komsos KWI: Wartawan Katolik Jangan Terjebak Gaya Medsos, Kembali ke Jati Diri

Proses penggantian atap dimulai dari pengukuran hingga persiapan material seperti rangka baja ringan dan atap Alduro. Wakil mandor Junaedi menjelaskan bahwa semua kebutuhan kerja dipersiapkan secara matang agar proses berjalan lancar. Dengan tim berpengalaman berjumlah enam orang, pengerjaan biasanya dapat diselesaikan dalam waktu tiga hingga empat hari, menyesuaikan kondisi bangunan yang sudah ada.

Setelah proses selesai, perubahan signifikan langsung dirasakan oleh penghuni rumah. Septya mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil pekerjaan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara yang telah membantu memperbaiki kondisi rumahnya.

“Saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) dan Promedia Group yang sudah mau membantu memperbaiki atap rumah tua dengan Alduro, sehingga enggak akan bocor, banjir dan sampai kesetrum lagi di dalam kamar. Semoga kolaborasi yang sangat positif ini, dalam membantu rekan-rekan wartawan menjadi ladang amal selamanya buat para pemilik SKI dan Promedia,” tutupnya.

Selain mengatasi persoalan kebocoran, penggunaan atap Alduro juga memberikan kenyamanan suhu di dalam rumah. Septya merasakan perbedaan yang cukup signifikan setelah atap lama diganti.

“Setelah asbes dan seng nya diganti dengan Alduro, bagian belakang rumah jadi adem dan itulah yang saya rasakan bersama dengan keluarga. Jadi berasa kayak mimpi punya rumah yang sejuk, karena biasanya panas banget kalau pas lagi terik-teriknya,” ujarnya.

Direktur Utama PT Sirkular Karya Indonesia, Sugiarto Romeli, sebelumnya menjelaskan bahwa material Alduro memiliki keunggulan dalam menjaga suhu ruangan.

“Penggunaan atap seng yang tipis atau asbes yang mudah rapuh justru terasa lebih panas di dalam ruangan. Tapi kalau pakai atap Alduro yang materialnya tebal dan elastis misalnya suhu di luar rumah itu 35 derajat celsius, maka di dalam rumah bisa sekitar 30-31 derajat celsius,” tuturnya.

Baca Juga: Evangelium Benih dan Luka

Ia juga menekankan aspek kesehatan dari material tersebut.

“Dari sisi kesehatan, Alduro lebih aman dibandingkan asbes yang berisiko bagi sistem pernapasan, karena debu yang berasal dari serat asbes itu berbahaya bisa berpotensi menyebabkan kanker untuk penghuni rumah. Dan pada hasil tes uv untuk 10 tahun pemakaian atap ini tidak ada masalah,” ungkapnya.

Lebih jauh, program ini juga berkaitan dengan misi pengelolaan sampah plastik melalui konsep ekonomi sirkular. Sugiarto menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keprihatinan terhadap masalah sampah yang belum tertangani secara optimal di Indonesia, terutama sejak masa pandemi.

Halaman:

Tags

Terkini