pontianak-insights

Pedagang Angkat Balita ke Truk Satpol PP, GMKI: Arogansi Aparat!

Jumat, 17 April 2026 | 11:17 WIB
Menyoroti insiden pedagang kaki lima (PKL) yang protes keras aparat oknum Satpol PP di Ciracas, Jakarta Timur. (Dok. Instagram.com/@gmki.palangkaraya)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sebagian publik di media sosial tengah menyoroti insiden penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh oknum Satpol PP di Jakarta Timur yang berujung ricuh.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, pada Kamis (9/4/2026) siang. Situasi memanas setelah seorang pedagang buah melakukan aksi nekat dengan mengangkat anak balitanya ke atas truk Satpol PP sebagai bentuk protes atas penertiban lapaknya.

Baca Juga: 2,5 Jam Jalan Kaki! Begini Dramatisnya Evakuasi Korban PX-CFX

Insiden ini kemudian menuai kecaman dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Palangkaraya yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap oknum petugas.

"Kami mengecam keras tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum Satpol PP dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat," tulis GMKI dalam pernyataannya di media sosial, Minggu (12/4).

GMKI menilai penertiban tersebut diduga dilakukan dengan cara represif, intimidatif, dan tidak mengedepankan pendekatan humanis.

"(Hal itu) merupakan bentuk penyimpangan dari prinsip penegakan ketertiban yang seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis," lanjut pernyataan tersebut.

Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa Satpol PP seharusnya menjalankan fungsi pelayanan publik, bukan bertindak sewenang-wenang.

"Setiap tindakan yang melanggar nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia adalah bentuk kegagalan dalam memahami fungsi pelayanan publik," tegasnya.

"Kami menuntut evaluasi menyeluruh terhadap oknum Satpol PP yang terlibat," sambung GMKI.

Baca Juga: Evakuasi Helikopter PK-CFX di Sekadau Ditunda, Tim Gabungan Tunggu Pagi

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden bermula saat petugas melakukan penertiban rutin terhadap lapak-lapak PKL yang dianggap melanggar aturan. Ketegangan meningkat ketika petugas mencoba mengangkut barang dagangan milik seorang pedagang buah yang menolak ditertibkan.

Diduga emosi karena lapaknya disita, pedagang tersebut kemudian mengangkat anak balitanya dan meletakkannya di atas truk Satpol PP. Aksi tersebut menjadi simbol protes, seolah menantang petugas untuk turut membawa anaknya jika penertiban tetap dilakukan.***

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB