Bukan lagi sekadar kenangan.
Melainkan sesuatu yang telah kembali.
Aku tidak tahu apakah itu kau.
Atau diriku yang dulu pernah hilang.
Aku mengangkat cawan kosong itu sekali lagi, seperti seseorang yang mengangkat harapan dari reruntuhan, lalu berbisik, “Jika kau hidup, jangan bersembunyi terlalu lama.”
Malam tidak menjawab.
Namun suara tonggeret itu—atau mungkin sesuatu yang telah melewati kematian—terus bernyanyi di dadaku.
Pelan.
Setia.
Seperti kehidupan yang tak bisa lagi ditahan oleh kubur. ***
Bumi Senentang, 2026
* Penulis juga dikenal dengan nama pena puisipenyair_saioe75