pontianak-insights

Ricuh di Rasuna Said, Ibu Pedagang Kaki Lima Ditertibkan

Rabu, 8 April 2026 | 14:05 WIB
Menyoroti insiden pedagang kaki lima yang dituding mengancam petugas Satpol PP Jakarta dengan sebilah pisau saat ditertibkan. (Dok. Instagram.com/@pram.doel)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan antara pedagang kaki lima dan petugas Satpol PP di Jakarta viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, seorang ibu pedagang terlihat meronta saat diamankan petugas. Situasi memanas karena wanita tersebut diduga membawa sebilah pisau dan sempat mengancam petugas di lokasi.

Baca Juga: Zaskia Mecca Kecewa, Sidang Tak Jelas di Pengadilan Militer

Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Jalan Rasuna Said pada Selasa (7/4/2026). Perekam video menyebut tindakan pengamanan dilakukan setelah adanya ancaman dari pedagang tersebut.

“Izin komandan, (pelaku) sudah mengancam anggota di Jalan Rasuna Said,” ujar perekam dalam video.

Namun, sang pedagang membantah tudingan tersebut dan mengaku dirinya merasa terancam oleh situasi yang terjadi saat penertiban.

“Karena saya juga terancam oleh kalian,” jawabnya.

Setelah pisau yang dibawa berhasil diamankan, petugas menunjukkan barang tersebut sebagai bukti. Mereka juga menyebut sebelumnya telah memberikan imbauan kepada pedagang, namun tidak diindahkan.

“Sudah diimbau baik-baik, tapi nyerocos saja, ini barang bukti,” kata petugas.

Meski demikian, pedagang tersebut tetap menyangkal adanya niat untuk melukai petugas.

“Saya tidak pernah mau menusuk anggota,” tegasnya.

Baca Juga: Heboh Motor Berlogo BGN, Dadan Buka Suara

Kasus ini turut disorot akun resmi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno melalui media sosial. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa pedagang diduga berpura-pura menjadi korban pungutan liar.

“Ia berpura-pura menjadi korban pungutan liar (pungli) dan berusaha menusuk petugas agar terhindar dari penertiban,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Meski tidak ada korban luka dalam kejadian ini, pihak terkait mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi situasi penertiban.

Tags

Terkini