PONTIANAKGLOBE.COM, LAMPUNG -- Menjelang libur Lebaran, sejumlah unggahan di media sosial menyoroti keterlambatan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah.
Salah satu keluhan datang dari pembagian MBG di TK Dharma Wanita Dipasena Mulya yang berada di Rawajitu Timur.
Keluhan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram @rahmasafitri5327 yang memperlihatkan kondisi pembagian MBG pada Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Pemerintah Buka Suara soal Teror Air Keras Aktivis KontraS
Dalam video yang beredar, wali murid mengeluhkan keterlambatan distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rawajitu Timur.
Menurut penuturannya, para siswa taman kanak-kanak sebenarnya sudah pulang sekolah sekitar pukul 09.30 WIB, namun paket MBG belum juga tiba di lokasi.
“Orang tua dan anak-anaknya itu dibubarkan lebih dulu kemudian diinstruksikan sama guru lagi kalau MBG udah dateng,” ujar pemilik akun dalam narasi video yang dikutip pada Minggu, 15 Maret 2026.
Ia menjelaskan para wali murid akhirnya diminta kembali ke sekolah setelah makanan tiba.
“Jadi, kita balik lagi ke sekolah, tapi ternyata MBG dibagi di sini karena mendistribusikannya pakai speed dan yang paling dekat ya di sini,” lanjutnya.
Selain soal keterlambatan, jarak rumah ke sekolah yang cukup jauh disebut menjadi kendala bagi para orang tua untuk kembali mengambil paket MBG.
“Menurutku kurang etis MBG dibagiin telat karena mengingat kita ini lokasinya jauh untuk ke sekolah, apalagi cuaca dan jalan becek-becek kayak gini. Terutama yang rumahnya jauh-jauh itu bikin kerjaan dua kali,” ujarnya.
Situasi tersebut juga berdampak pada para guru yang harus menunggu hingga pembagian selesai.
Baca Juga: Kemlu Pastikan Pemulangan WNI dari Iran Terus Berlanjut
“Guru yang harusnya pulang minimal jam 10.00 WIB setelah kita pulang, tapi ini guru jadi pulang terakhir karena mengurus MBG,” tuturnya.
Keluhan lain muncul terkait kualitas menu yang dibagikan kepada para siswa.