Kemlu Pastikan Pemulangan WNI dari Iran Terus Berlanjut

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:36 WIB
Foto: PLT Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah.  (Dok. Istimewa )
Foto: PLT Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah. (Dok. Istimewa )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan pemulangan puluhan warga negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Langkah ini dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap WNI di luar negeri.

Baca Juga: Guru SD Curhat MBG Datang Malam, Siswa Sampai Menunggu Lama

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa proses pemulangan ini merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya pemerintah mengevakuasi 32 WNI pada tahap pertama awal pekan ini.

"Untuk evakuasi tahap kedua ini tengah berproses, diikuti oleh 34 WNI," ujar Heni dalam konferensi pers pada Jumat, 13 Maret 2026.

Ia merinci bahwa pemulangan gelombang kedua terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama berjumlah 20 orang telah tiba di Indonesia pada Jumat malam, sementara kelompok kedua sebanyak 14 orang dijadwalkan tiba pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Proses pemulangan tersebut dikoordinasikan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran yang terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran.

Heni menjelaskan bahwa pemerintah masih melakukan asesmen secara berkala untuk menentukan langkah evakuasi selanjutnya.

"Sesuai statement Pak Menlu tentang evakuasi bertahap, maka keperluan tentang evakuasi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi terakhir di lapangan dan juga melihat kesiapan dan kesediaan para WNI yang masih ada di sana," katanya.

Selain pemulangan dari Iran, pemerintah juga tengah mendampingi ribuan WNI yang tertahan di kawasan Timur Tengah akibat penutupan ruang udara di beberapa negara.

Menurut data pemerintah, lebih dari 6.000 WNI saat ini masih berada di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kapolri Beri Atensi Khusus Kasus Air Keras Aktivis KontraS

Sebagian besar di antaranya merupakan jemaah umrah yang masih berada di Jeddah, Arab Saudi.

Pemerintah melalui perwakilan Indonesia setempat menempatkan para WNI tersebut di sejumlah penginapan sambil menunggu jadwal penerbangan yang memungkinkan untuk kembali ke Tanah Air.

"Secara bertahap, mereka difasilitasi untuk dipulangkan ke tanah air dan tentunya mempertimbangkan jalur penerbangan maupun ruang udara yang terbuka," tutup Heni.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X