Ceramah Lama Cak Nun Viral, Prediksi Iran Diserang Jadi Sorotan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 4 Maret 2026 | 15:20 WIB
Menyoroti penuturan penceramah, Cak Nun yang pernah ungkap analisis tajamnya terkait konflik perang AS-Israel vs Iran. (Dok. Instagram.com/@realdonaldtrump - YouTube.com/CakNun)
Menyoroti penuturan penceramah, Cak Nun yang pernah ungkap analisis tajamnya terkait konflik perang AS-Israel vs Iran. (Dok. Instagram.com/@realdonaldtrump - YouTube.com/CakNun)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Konflik yang meletus antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran terus menjadi sorotan publik di media sosial. Pernyataan Presiden AS Donald Trump soal serangan gabungan yang disebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ikut memperkeruh situasi. Media pemerintah Iran mengonfirmasi kabar gugurnya Khamenei pada Minggu (1/3/2026).

Ketegangan meluas hingga Selasa (3/3/2026), ketika Iran dilaporkan menyasar sektor energi di Arab Saudi dan Qatar yang diduga terlibat dalam pusaran konflik. Di tengah eskalasi tersebut, pernyataan lama budayawan sekaligus penceramah Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun kembali ramai diperbincangkan.

Baca Juga: Bandara Dubai Tutup Sementara, Ini Penjelasannya

Video ceramahnya pada 22 Oktober 2012 di Masjid Raya Klaten viral kembali. Dalam acara bertajuk Islam Rahmatan Lil 'Alamin itu, ia pernah mengatakan, “Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika.”

Ia juga menyinggung kemungkinan posisi Arab Saudi dalam konflik tersebut. “Dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel,” ujarnya saat itu.

Tak hanya memprediksi konflik, Cak Nun juga melempar pertanyaan reflektif untuk Indonesia. “Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel?” tuturnya.

“Kita pasti akan bertengkar sendiri nanti, separuh bela Iran separuh Israel atau nggak bela siapa-siapa karena nggak ngerti,” sebutnya.

Baca Juga: WNI Terjebak di Bandara Madinah Akibat Konflik Timur Tengah

Dalam ceramah yang sama, ia menyoroti dampak psikologis dari konflik global terhadap umat Islam, termasuk di Indonesia. “Israel itu juga melakukan provokasi yang luar biasa di Arab Saudi dengan meningkatkan faham-faham yang kemudian menguasai Masjid Nabawi dan Masjidil Haram,” terangnya.

“Tujuannya sederhana, yakni memutus hubungan batin antara umat Islam dengan Rasulullah SAW,” paparnya.

“Pokoknya kuncinya di strategi Amerika dan Israel itu adalah putuskan hubungan hati cinta antara umat dengan Rasulullah. Jadi tingkat provokasinya dari adu domba fisik sampe psikologi dan batin. Dan ini serius,” tandas Cak Nun.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X