Arab Berubah, Iman Terusik: Lonjakan Ateisme Mengguncang Timur Tengah

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 4 Agustus 2024 | 13:15 WIB
ilustrasi agama.  (pixabay.com)
ilustrasi agama. (pixabay.com)

PONTIANAKGLOBE.COM, ARAB -- Timur Tengah, khususnya negara-negara Arab, selama ini dikenal sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim.

Pada tahun 2015, sekitar 93 persen penduduk di kawasan tersebut beragama Islam.

Baca Juga: Perjalanan Spiritual Djibril Cissé Eks Pemain Liverpool, Dari Islam ke Katolik di Usia Muda

Namun, tren terbaru menunjukkan peningkatan jumlah orang yang tidak lagi beragama atau ateis.

Menurut survei BBC International pada tahun 2019, jumlah ateis di Timur Tengah naik dari 8 persen pada 2013 menjadi 13 persen pada 2019, termasuk di negara seperti Turki dan Arab Saudi.

Penelitian oleh Iranian's Attitudes Toward Religion pada 2020 menunjukkan bahwa 47 persen dari 40.000 responden di Iran telah berpindah dari agama menjadi ateis.

Baca Juga: Huang Yaqiong Dapat Dua Kejutan Manis di Olimpiade: Emas dan Lamaran

Di Turki, negara yang 99 persen penduduknya Muslim, laporan lembaga survei Konda pada 2019 mencatat penurunan jumlah orang yang mengidentifikasi sebagai Muslim dari 55 persen menjadi 51 persen dalam satu dekade, dengan banyak dari mereka yang memilih menjadi ateis.

Di Mesir, survei Universitas Al-Azhar Kairo pada 2014 menemukan bahwa 10,7 juta dari 87 juta penduduk Mesir mengaku sebagai ateis, yang mencapai 12,3 persen dari total populasi.

Di Arab Saudi, laporan "Saudi Arabia 2021 International Religious Freedom Report" mencatat ada 224 ribu orang yang memilih tidak beragama, baik ateis maupun agnostik.

Baca Juga: Ade Govinda Undang Adrie Subono Jadi Saksi Pernikahan, Ungkap Jasa Besar

Hannah Wallace dalam artikel "Men without God: The Rise of Atheism in Saudi Arabia" (2020) menyatakan bahwa penggunaan agama oleh pemerintah untuk kepentingan politik menjadi salah satu penyebabnya, terutama di Arab Saudi.

Banyak penduduk yang kritis menolak politisasi agama ini.

Baca Juga: Momen Haru Akad Nikah Ade Govinda dan Indri Arisa

Akses mudah ke dunia maya juga memungkinkan mereka untuk terhubung dengan kelompok serupa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Guardian, BBC international.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X