Arab Berubah, Iman Terusik: Lonjakan Ateisme Mengguncang Timur Tengah

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 4 Agustus 2024 | 13:15 WIB
ilustrasi agama.  (pixabay.com)
ilustrasi agama. (pixabay.com)

Di Turki, di bawah kepemimpinan Erdogan, yang dianggap menggeser sekulerisme Turki yang diajarkan oleh Mustafa Kemal Ataturk, aturan ketat seperti larangan minuman keras memicu beberapa kelompok untuk meninggalkan agama.

Baca Juga: Haaland Hattrick! Man City Bantai Chelsea 4-2 di Pramusim

Tamer Fouad, koresponden hubungan internasional Guardian, menambahkan bahwa meningkatnya ateisme juga disebabkan oleh pandangan negatif terhadap agama akibat pemberitaan buruk tentang kekerasan atas nama agama dan kegagalan kepemimpinan partai dan tokoh Islam pasca-Arab Spring.

Arab Spring yang seharusnya membawa demokratisasi dan perbaikan ekonomi justru gagal di banyak negara, membuat rakyat kecewa dan menjauh dari agama.

Baca Juga: Bangunan di Dekat Jembatan Duplikasi Kapuas 1 Pontianak Roboh Timpa 3 Pekerja, Begini Kronologisnya

Namun, Brian Whitaker di Al-bab menyebut bahwa menjadi ateis di negara Arab sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan dikucilkan oleh keluarga, teman, dan lingkungan, bahkan bisa dihukum mati oleh negara.

Oleh karena itu, banyak yang memilih untuk menyembunyikan status mereka.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Guardian, BBC international.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X