Dalam aturan Musda Golkar, seorang calon harus mengantongi dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara untuk dapat maju.
Sementara jika dukungan telah mencapai lebih dari 50 persen plus satu, maka peluang aklamasi sangat terbuka.
Dengan situasi tersebut, forum Musda XI Golkar Kalbar akhirnya menetapkan Ichfany sebagai ketua terpilih secara aklamasi.
Figur Berpengalaman di Internal Partai
Ichfany dikenal sebagai kader senior yang lama berkiprah di internal Golkar Kalbar.
Ia telah menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar selama beberapa periode kepemimpinan, mulai dari era kepemimpinan Ria Norsan hingga Maman Abdurahman.
Selain aktif di struktur partai, Ichfany juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Fraksi Partai Golkar untuk periode 2024–2029.
Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik (ST) serta pengalaman panjang di partai, ia dinilai memiliki bekal kuat untuk memimpin Golkar Kalbar ke depan.
Musda XI Golkar Kalbar tidak hanya membahas pemilihan ketua, tetapi juga agenda konsolidasi dan penyusunan program strategis partai untuk lima tahun ke depan.
Sejumlah pengurus DPP Golkar turut dijadwalkan hadir dalam forum tersebut, di antaranya Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Jawa–Kalimantan Wihaji serta Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin.
Forum Musda juga membahas berbagai rekomendasi melalui rapat-rapat komisi yang akan menentukan arah politik serta penguatan konsolidasi Golkar di Kalimantan Barat.
Dengan terpilihnya Ichfany sebagai ketua baru, Golkar Kalbar diharapkan semakin solid dan siap menghadapi berbagai agenda politik mendatang di daerah. ***