pontianak-insights

Konflik Iran-AS-Israel Memasuki Babak Baru

Rabu, 4 Maret 2026 | 16:31 WIB
Menyoroti isi pidato terakhir pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebelum dilaporkan gugur dalam serangan AS-Israel di Teheran. (Dok. X.com/@khamenei.ir)

PONTIANAKGLOBE.COM, TEHERAN -- Publik di media sosial tengah ramai menyoroti kabar gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Serangan udara dilaporkan terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, dengan sasaran sejumlah titik strategis di Iran, termasuk kompleks kediaman keluarga Khamenei di Teheran. Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi wafatnya tokoh yang selama puluhan tahun menjadi figur sentral Republik Islam tersebut.

Baca Juga: Klarifikasi Senior Soal Video Makan Natto yang Viral

Presiden AS Donald Trump turut memberikan pernyataan terbuka melalui media sosial miliknya.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump pada Minggu (1/3/2026).

Di sisi lain, masyarakat Iran dilaporkan tengah berduka. Cuplikan pidato terakhir Khamenei pada 17 Februari 2026 kembali beredar luas. Pidato tersebut disampaikan dalam peringatan pemberontakan Tabriz 1978 di Provinsi Azerbaijan Timur, sebagaimana dilaporkan NDTV World.

Dalam pidato itu, Khamenei secara tegas menyinggung posisi AS sebagai sekutu Israel.

“Kekaisaran itu (AS) sebenarnya tengah menuju kehancuran,” tegasnya.

Ia juga menilai sistem politik dan kebijakan luar negeri AS sedang mengalami kemunduran.

“Saya akan menyampaikan beberapa patah kata tentang AS. Sistem mereka benar-benar sedang mengalami kemunduran,” ujar Khamenei.

“Mereka terlilit masalah yang dibuat sendiri, dalam perekonomian, kebijakan mereka, dalam masyarakat mereka, lebih dari 50 persen penduduk AS mengutuknya,” tambahnya.

Baca Juga: Ceramah Lama Cak Nun Viral, Prediksi Iran Diserang Jadi Sorotan

Khamenei turut memaparkan pandangannya mengenai akar retaknya hubungan Teheran dan Washington.

“Masalah yang kita hadapi dengan AS adalah mereka ingin ‘melahap’ Iran, dan bangsa Iran mencegahnya,” katanya.

“Republik Islam Iran berdiri di jalan mereka sendiri,” lanjutnya.

Halaman:

Tags

Terkini