pontianak-insights

HP Retak dan Dijambret, Driver Ojol Tetap Cari Nafkah

Kamis, 19 Februari 2026 | 07:50 WIB
Mengintip pengalaman seorang penumpang ojek online (ojol) di Jakarta yang ditawarkan harga Rp5000 oleh sang driver. (Dok. Instagram.com/@aboutthetic)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sebuah kisah haru dari kawasan Anjungan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, ramai diperbincangkan di media sosial. Cerita ini bermula dari seorang wanita yang mengaku kecewa karena restoran yang ingin ia kunjungi telah tutup saat dirinya tiba di lokasi.

Melalui unggahan akun Instagram @abouthetic pada Rabu (18/2/2026), wanita tersebut menceritakan pengalamannya ketika hendak pulang dengan ojek online setelah gagal makan malam di Sarinah.

"Tadi aku mau mampir ke restoran di area Sarinah, tapi karena sudah kemalaman ternyata sudah closing," ungkapnya.

Baca Juga: IFG Gandeng FSDC Hong Kong Perkuat Tata Kelola Investasi

"Aku pulang dengan tangan kosong. Kupikir, ya sudah, bukan rezekiku," tambahnya.

Saat duduk di tepi jalan dekat lampu merah, ia dihampiri seorang driver ojol yang menawarkan jasa dengan tarif murah.

"Bu, ojeknya 5 ribu saja," tawar sang driver.

Awalnya, wanita itu tak terlalu menggubris karena berniat pulang menggunakan bus TransJakarta. Beberapa orang bahkan menyarankan sang driver mencari penumpang ke arah Bundaran HI. Namun, driver tersebut mengatakan di sana sudah banyak pengemudi yang mendapatkan pesanan lewat aplikasi.

Di tengah percakapan, terungkap bahwa ponsel sang driver dalam kondisi rusak.

"HP saya retak akibat terlindas motor, tadi pagi saya dijambret," ujarnya.

Mendengar kisah itu, wanita tersebut akhirnya bersedia diantar pulang. Dalam perjalanan, ia mengetahui sang driver belum memberi tahu istrinya tentang musibah yang dialami karena takut membuat panik.

"Bahkan beliau sempat berkata, 'kalau teteh nggak ada 5 ribu, 4 ribu juga nggak apa-apa buat penglaris. Kalau nggak ada juga, kasih roti juga nggak apa-apa', begitu," tuturnya.

Baca Juga: Kontroversi Wakaf di Tanah Suci, Randy Pernama Minta Transparansi 3.000 Mushaf

Pengalaman tersebut membuatnya merenung. Ia merasa kegagalan kecil yang dialaminya malam itu justru membawanya pada pertemuan yang memberi pelajaran tentang empati dan makna rezeki.

"Di situ aku sadar, kadang langkah kita yang terasa 'gagal' ternyata sedang diarahkan ke tujuan lain," ucapnya.

Halaman:

Tags

Terkini