pontianak-insights

Pelajar Lampung Timur Seberangi Sungai Pakai Rakit, Pemerintah Baru Janji Jembatan

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:30 WIB
Kondisi memprihatinkan akses penyeberangan di Desa Kali Pasir, Way Bungur, Lampung Timur yang viral. (Dok. TikTok/president_angler_liar)

PONTIANAKGLOBE.COM, LAMPUNG TIMUR -- Kondisi akses jalan di Desa Kali Pasir–Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, menjadi sorotan publik setelah video penyeberangan warga viral di media sosial.

Dalam rekaman yang pertama kali diunggah akun TikTok @president_angler_liar, terlihat warga bersama anak-anak sekolah harus menyeberangi Sungai Batanghari menggunakan rakit kayu.

Baca Juga: UKP Mendengar di Subang, Raffi Ahmad Janji Buka Akses Nasional

Setiap hari, rakit tersebut dipakai secara bergantian sambil mengangkut sepeda motor milik warga. Dalam beberapa unggahan disebutkan, rakit hanya mampu menampung sekitar 20 motor sekali jalan, sehingga penyeberangan harus dilakukan bergiliran.

Puluhan siswa tampak mengantre setiap pagi demi bisa sampai ke sekolah. Perekam video terus mengingatkan agar motor ditata rapi dan tidak memaksakan muatan.

“Ditata (motornya) yang rapi, hati-hati. Pelan-pelan, kalau nggak muat, nggak usah dipaksakan karena kapasitas perahu ini kayaknya 20 sepeda motor itu sudah mengerikan, sudah full,” ucapnya, dikutip Senin (2/2/2026). 

Ia juga meminta warga bersabar menunggu giliran menyeberang.

“Prihatin ya, pemandangan setiap hari dan setiap pagi. Ya Allah. Ngeri sekali ini. Sabar ya, nunggu kloter nantinya,” imbuhnya.

Video tersebut kemudian berlanjut dengan unggahan lain yang menyebut adanya permintaan dari Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, agar video kondisi di Kali Pasir dihentikan. Namun, pemilik akun menegaskan tetap akan menyuarakan persoalan tersebut sampai jembatan benar-benar dibangun.

“Terima kasih untuk Wakil Gubernur yang semalam sudah menelepon dan suruh menghentikan video saya, saya tidak akan berhenti sebelum jembatan Kali Pasir, Way Bungur ini benar-benar terbangun,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi desa yang telah berdiri puluhan tahun tanpa akses jembatan yang layak.

“Kasihan saya, anak didik generasi bangsa ini. Desa Kali Pasir ini berdiri dari tahun 1960, sekarang 2024. Kalau memang nggak bisa kerja, nggak usah kerja. Kalian digaji dari rakyat, tapi fasilitas rakyat tidak diutamakan,” lanjutnya.

Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatiran terkait keselamatan warga karena rakit yang digunakan tidak dilengkapi alat pengaman.

“Kayak gini coba, nggak ada satu pun alat keselamatan mereka. Jadi, ini nggak ada yang menjamin keselamatan mereka. Perahu ini juga udah rapuh, geram aku,” tuturnya.

Jarak penyeberangan menggunakan rakit tersebut disebut mencapai sekitar 700 meter. Menanggapi kondisi itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan pihaknya telah beberapa kali turun langsung ke lokasi dan terus berupaya mencari solusi.

Halaman:

Tags

Terkini