pontianak-insights

Hampir 2 Bulan Pascabanjir Aceh, Dusun Sarah Raja Masih Terisolasi Tanpa Listrik dan Air Bersih

Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:19 WIB
Relawan menceritakan perjalanan dan kondisi Dusun Sarah Raja, Aceh Utara. (Dok. Instagram/mnztl__)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH UTARA -- Hampir dua bulan berlalu sejak banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat pada akhir November 2025. Namun hingga kini, sejumlah wilayah masih terisolasi dan kesulitan mengakses bantuan dasar.

Salah satunya adalah Dusun Sarah Raja di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kondisi dusun pedalaman tersebut kembali menjadi sorotan setelah dibagikan oleh relawan sekaligus influencer, Manda, melalui akun Instagram pribadinya, @mnztl__.

Baca Juga: SBY Bicara Terus Terang soal Ancaman Perang Dunia III dan Geopolitik yang Kian Panas

Dalam unggahannya, Manda mengungkapkan bahwa Dusun Sarah Raja hingga kini masih terputus dari akses dasar, mulai dari listrik hingga sanitasi yang layak.

“Yang terhormat kepada seluruh relawan banjir Aceh, tolong jangan datang ke desa yang viral aja. Tolong bantu desa yang terisolir ini,” tulis Manda dalam keterangan video, dikutip pada Jumat, 23 Januari 2026.

“Hampir 2 bulan mereka belum punya listrik, air bersih, mandi dll pakai air sungai,” lanjutnya.

Video tersebut juga memperlihatkan perjuangan para relawan untuk mencapai Dusun Sarah Raja. Satu-satunya akses menuju lokasi hanyalah melalui jalur sungai menggunakan kapal nelayan, karena jalur darat terputus akibat jembatan yang rusak.

“Untuk menuju ke desa terisolir ini, kami harus mengarungi sungai yang berlawanan arus. Kurang lebih 1 jam perjalanan,” tulis Manda.

“Jalan satu-satunya untuk menuju ke sana hanya pakai boat karena tidak ada akses jalur darat, jembatan putus,” sambungnya.

Menurut keterangan yang disampaikan, pembangunan jembatan baru di wilayah tersebut baru dimulai pada 21 Januari 2026, dan hingga kini belum diketahui kapan pengerjaannya akan rampung.

Dusun Sarah Raja menjadi salah satu kawasan yang terdampak paling parah saat banjir bandang menerjang Aceh Utara. Dalam rekaman video terlihat sisa-sisa lumpur yang mengendap, serta kayu-kayu besar yang berserakan dan saling bertumpuk akibat terjangan banjir.

“Ada 41 Kepala Keluarga (KK), ada 3 bayi yang baru lahir. Banyak yang mau bantu, tapi terhalang oleh akses jalan,” tulis Manda lagi.

Baca Juga: IFG Tegaskan Tata Kelola Kuat Jadi Fondasi Customer Centricity di Industri Asuransi

“Ketika kami datang, mereka sangat bahagia, mereka bahagia karena kita masih peduli sama mereka. Meskipun jumlah KK di sini sedikit, tapi mereka manusia, mereka juga butuh pertolongan. Mereka juga butuh makan,” imbuhnya.

Lebih jauh, setelah kapal nelayan bersandar, para relawan masih harus berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer untuk dapat mencapai pemukiman warga.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB