pontianak-insights

Rumah Hancur Diterjang Banjir, Warga Aceh Tengah Mengungsi di Kuburan Tionghoa

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:43 WIB
Warga di Aceh Tamiang harus bertahan dengan tinggal di kompleks kuburan Tionghoa pascabanjir. (Dok. TikTok/bang_cigen)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TENGAH -- Sejumlah warga Kampung Durian, Aceh Tengah, hingga kini masih bertahan hidup di kompleks kuburan Tionghoa setelah rumah mereka rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Bencana tersebut memaksa warga meninggalkan permukiman karena kondisi rumah yang roboh dan tertimbun lumpur.

Area pemakaman yang berada di perbukitan akhirnya dijadikan tempat mengungsi sementara. Dengan perlindungan seadanya, warga membangun tenda dan menjadikannya sebagai tempat beristirahat.

Baca Juga: Serpihan Ditemukan di Bulusaraung, Misteri Pesawat ATR IAT Mulai Terkuak

Kondisi tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial usai diunggah akun TikTok @bang_cigen. Dalam video itu, terlihat warga membangun tenda di antara makam, dengan tikar dan barang-barang seadanya digelar di samping nisan untuk tempat tidur.

Video yang telah ditonton lebih dari 40 ribu kali itu juga memperlihatkan warga menyampaikan permohonan izin kepada ahli waris makam yang mereka tempati sementara.

“Untuk keluarga Bapak Wong Suherman, kami mohon maaf ini, pemakamannya kami tempati mengungsi sementara ini karena rumah kami belum bisa ditempati,” ucap salah satu warga dalam video yang diunggah pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Warga tersebut menjelaskan bahwa kondisi rumah mereka masih dipenuhi lumpur dan sebagian telah roboh, sehingga belum memungkinkan untuk kembali dihuni.

“Rumahnya ada yang roboh bahkan berlumpur, tidak tahu lumpurnya dibuang kemana. Kami nggak tahu ini sampai kapan di sini,” tuturnya.

“Sebelumnya kami ucap terima kasih ya, Pak,” sambungnya.

Diketahui, sebagian warga Kampung Durian telah tinggal di area pemakaman Tionghoa tersebut sejak Desember 2025 lalu, sembari menunggu kejelasan tempat tinggal sementara dari pemerintah.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir bandang turut menyebabkan kerusakan puluhan ribu rumah di Kabupaten Aceh Tamiang. Total tercatat sebanyak 37.888 unit rumah terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan.

Baca Juga: ICW Pertanyakan Seragam dan Alat Makan Ratusan Miliar di MBG

Rinciannya meliputi 15.174 unit rusak ringan, 9.366 unit rusak sedang, 8.509 unit rusak berat, serta 4.839 unit rumah rusak berat hanyut.

BNPB mencatat, hingga 14 Januari 2026, pemerintah merencanakan pembangunan 2.299 unit hunian sementara atau huntara yang akan tersebar di sejumlah kecamatan.

Halaman:

Tags

Terkini