Dalam unggahan lainnya, disebutkan bahwa warga Desa Pante Kera masih sangat membutuhkan bantuan logistik, air bersih, obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, hingga akses listrik.
“Mereka lebih dari satu bulan ini pakai genset yang hanya hidup di malam hari dan itu pun satu genset dibagi satu desa,” tulis keterangan pada caption unggahan.
Sementara itu, untuk mencapai Desa Pante Kera, bantuan harus dikirim menggunakan kapal nelayan dengan waktu tempuh lebih dari satu jam menyusuri sungai.***