PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya memberikan klarifikasi terkait narasi yang ramai beredar di media sosial (medsos) soal dirinya yang dinilai tidak mengkritik politikus sekaligus eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Isu tersebut mencuat lantaran Pandji diketahui pernah secara terbuka menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan pada kontestasi Pilpres 2024. Hal itu memicu tudingan bahwa absennya nama Anies dalam materi Mens Rea disebabkan oleh kedekatan atau afiliasi politik.
“Banyak yang bilang kenapa Pandji tidak membahas Anies Baswedan di Mens Rea,” ujar Pandji, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Pandji Pragiwaksono, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Salim A Fillah: Aceh Belum Pulih, Tapi Ketulusannya Menguatkan
“(Katanya) karena Pandji enggak berani dan karena saya mendukung Anies Baswedan,” sambungnya.
Pandji Pragiwaksono Bantah Tudingan
Menanggapi tuduhan tersebut, Pandji dengan tegas membantah anggapan bahwa dirinya enggan mengkritik Anies Baswedan.
Ia justru mengklaim sebagai salah satu komika yang paling sering melontarkan kritik terhadap Anies, terutama melalui platform digital.
“Faktanya tidak ada satu pun YouTuber di Indonesia yang lebih banyak bikin video mengkritik Anies Baswedan daripada Pandji Pragiwaksono,” tegasnya.
Pandji bahkan menyebut pernah mengulas kinerja Anies saat menjabat Gubernur DKI Jakarta dalam sebuah video berdurasi lebih dari dua jam. Video tersebut, kata dia, membahas berbagai isu krusial, mulai dari tudingan korupsi, ajang Formula E, hingga program DP rumah nol persen.
“Kalau saya dibilang enggak pernah mengkritik Anies Baswedan, faktanya terbantahkan,” imbuhnya.
Alasan Tak Bahas Anies di Mens Rea
Pandji kemudian menjelaskan alasan dirinya tidak menyinggung Anies Baswedan dalam materi Mens Rea. Menurutnya, keputusan tersebut bukanlah hal yang bersifat personal atau politis.
Ia menegaskan, bukan hanya Anies yang tidak dibahas dalam pertunjukan tersebut, melainkan juga sejumlah tokoh nasional lainnya.
“Saya tidak bahas Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, Ahok, Gita Wirjawan,” ujar Pandji.
Menurut Pandji, setiap komika memiliki kebebasan penuh untuk menentukan objek kritik dan sudut pandang dalam materi komedinya. Ia pun mempersilakan pihak lain yang merasa topik tersebut menarik untuk mengangkatnya sendiri.
“Kalau menurut Anda itu lucu, ya Anda saja yang membahas,” katanya.