Anies Baswedan Kritik Wacana Anak Nakal Masuk Barak, Pendidikan Bukan Hukuman

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 22 Juli 2025 | 15:08 WIB
Anies Baswedan saat hadir di podcast Tretan Muslim. (Instagram @aniesbaswedan)
Anies Baswedan saat hadir di podcast Tretan Muslim. (Instagram @aniesbaswedan)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Anies Baswedan menanggapi wacana pengiriman anak-anak yang dianggap nakal ke barak militer, sebuah gagasan yang digulirkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam wacana itu, anak-anak yang berperilaku menyimpang akan dikirim ke barak untuk mendapatkan pelatihan ala militer.

Baca Juga: Revolusi Komunikasi BUMN Karyawan Jadi Duta Digital, AI Jadi Senjata Baru!

“Kalau kita bilang ‘anak nakal’, itu sebenarnya menyederhanakan masalah. Kenapa anak ini berperilaku tidak sesuai harapan? Kenapa itu bisa terjadi?” kata Anies dalam podcast Tretan Universe, dikutip Selasa, 22 Juli 2025.

Ia mempertanyakan apakah masalah itu murni berasal dari anak, atau justru akibat pola asuh orang tua, pendidikan di sekolah, atau pengaruh lingkungan.

“Kebiasaan kita sekarang, ketika anak dianggap tidak sesuai harapan, langsung kesalahan dilimpahkan ke anak. Padahal bisa saja dia salah asuh,” ujarnya.

Baca Juga: LPKA Kelas II A Pontianak Jalankan Program Kepribadian dan Kemandirian Bagi ABH

Menurut Anies, membawa anak ke barak justru tidak menyentuh akar masalah yang sebenarnya.

“Begitu anak dipindahkan ke tempat lain, kita tidak mengoreksi masalah yang membuat dia seperti itu,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa perubahan juga harus dilakukan oleh orang-orang di sekitar anak.

“Kalau gurunya tidak introspeksi, orang tuanya tidak introspeksi, lingkungannya tidak introspeksi, padahal anak ini adalah produk dari rumah, sekolah, dan lingkungannya,” jelas Anies.

“Jadi kalau ada masalah, yang harus sama-sama memperbaiki diri ya semuanya,” sambungnya.

Baca Juga: Momen Hari Anak Nasional, Kadis DP3A Soroti Indonesia Yang Masuk Kategori Fatherless Children

Anies juga menegaskan bahwa barak militer memang efektif untuk mendisiplinkan prajurit, namun masalah pendidikan tetap harus diselesaikan di ranah pendidikan.

“Barak terbukti efektif untuk mendidik kedisiplinan dan kepatuhan prajurit, itu jelas. Tetapi masalah pendidikan harus diselesaikan dengan cara-cara pendidikan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X