Saat itu, Suharyanto menyampaikan bahwa kondisi di lapangan tidak separah gambaran yang beredar di media sosial.
“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik,” kata Suharyanto.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat kritik luas dan akhirnya ditarik kembali. Suharyanto pun menyampaikan permintaan maaf setelah meninjau langsung wilayah terdampak.
“Nah, Tapsel ini saya surprise begitu ya, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati,” ujar Suharyanto saat mengunjungi Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 30 November 2025.***