pontianak-insights

Bukan Penjarahan? Ini Penjelasan BNPB Soal Warga Rebut Bantuan

Senin, 1 Desember 2025 | 12:09 WIB
Viral di media sosial aksi penjarahan minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga. (Dok. Instagram/sumutnusantara)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sebuah video yang memperlihatkan warga Tapanuli Tengah dan Sibolga mengambil barang-barang dari sebuah minimarket beredar luas di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @sumutnusantara pada Sabtu, 29 November 2025, tampak warga berdesakan masuk dan mengosongkan rak makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Akses jalan yang terputus membuat distribusi logistik belum dapat masuk secara normal. Beberapa minimarket di Pandan mulai dijarah karena sulitnya memperoleh kebutuhan pokok,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Merasa Difitnah, Ini Isi Hati Ira Puspadewi Setelah Bebas

Peristiwa serupa ternyata tidak hanya terjadi di Tapanuli Tengah dan Sibolga, tetapi juga di Aceh Tamiang. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan bahwa timnya bahkan sempat dicegat warga yang berebut bantuan.

Suharyanto mengatakan aksi perebutan logistik itu juga dialami tim BNPB saat berada di Tapanuli Tengah.

“Memang berseliweran ya, bukan hanya di Aceh Tamiang, tadi di Sumatera Utara tepatnya di Tapanuli Tengah saat kita mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsori, ada sekelompok masyarakat yang berusaha untuk merebut logistik itu,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat sore, 29 November 2025.

“Ya kami perintahkan untuk itu diberikan saja,” tambahnya.

Ia menjelaskan, tindakan warga tersebut bukan dilandasi niat buruk, melainkan karena kondisi darurat dan kelaparan.

“Tentu saja kita yakin dan percaya bukan niatnya jahat tapi karena takut, mungkin karena memang sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari gitu sehingga terkesan begitu,” katanya.

Baca Juga: Hadiri Jalan Santai PWI, Kapolri Tekankan Pentingnya Sinergi dengan Pers

Ia menegaskan bahwa setelah diberi bantuan dan dijelaskan bahwa suplai logistik akan terus dikirim, situasi dapat diredakan.

Suharyanto mengakui distribusi bantuan terhambat oleh keterbatasan kapasitas angkut. Namun, ia memastikan kondisi di Tapanuli Tengah dan Sibolga mulai membaik.

“Itu justru yang beredar di Jakarta sana malah kejadian di Sibolga dan Tapanuli Tengah, di Aceh Tamiang mungkin sama ya, apalagi masih putus. Jalur dari Banda Aceh dan Lhokseumawe masih putus, sehingga terisolir bahasanya,” ujarnya.

Ia juga melaporkan perkembangan bantuan untuk wilayah terdampak.

“Contoh misalnya yang terisolir ini Kota Sibolga, per sore ini yang sudah bisa didorong ada sembako 200 paket, makanan siap saji 200 paket, tenda pengungsi 1 unit, matras 100 lembar, kasur 20 unit, selimut 100 lembar, pompa, 6 HP, genset 1 unit, dan perahu 1 unit. Itu kota yang belum bisa ditembus lewat darat,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB