pontianak-insights

Dibandingkan Era Habibie, Rocky Gerung Nilai Whoosh Mundur Jauh dari Kemajuan Teknologi

Minggu, 30 November 2025 | 07:03 WIB
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh. (Dok. Instagram/keretacepat_id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pengamat politik Rocky Gerung kembali menanggapi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang kembali ramai diperbincangkan publik. Ia menilai perhatian masyarakat terhadap Whoosh seharusnya membuat publik meninjau kembali gagasan awal dan urgensi pembangunan jalur tersebut.

Rocky menyatakan bahwa secara sosiologis, Whoosh tidak hadir sebagai kebutuhan utama masyarakat.

“Orang ke Bandung untuk berwisata sekaligus ya naik mobil, macam-macam. Ini bukan jalur bisnis yang primer karena mungkin lebih premium itu Jakarta-Medan atau Jakarta-Batam,” ucap Rocky Gerung dalam siaran Ten Ten Podcast, Sabtu, 29 November 2025.

Baca Juga: Ramai Dugaan Hoaks, Ferry Maryadi Hingga Warganet Awalnya Tak Percaya Gary Wafat

Ia menambahkan bahwa tarif yang berpotensi terus naik membuat klaim mengenai pelayanan publik sulit dipertahankan. Menurutnya, ketiadaan kebutuhan mendesak membuat proyek ini dianggap sekadar ambisi untuk pamer.

Rocky juga tidak sepakat apabila Whoosh disebut sebagai lompatan teknologi. Ia membandingkannya dengan capaian teknologi di masa sebelumnya.

“Lompatan teknologi itu Whoosh masih merayap di darat, itu Habibie udah bikin pesawat yang justru lompatan teknologi ada di situ,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa pengembangan IPTN pada era Soeharto menunjukkan Indonesia pernah berada pada level teknologi yang jauh lebih tinggi.

“Indonesia pernah main di 30 ribu kaki, nah sekarang balik 0 kaki, merayap kan itu. Jadi, itu nggak benar (lompatan teknologi),” tambahnya.

Rocky kemudian menyinggung dugaan publik bahwa proyek Whoosh berkaitan dengan upaya memperkuat relasi Indonesia dengan China.

“Orang merasa bahwa apakah ini bagian dari mark up? Asumsi publik kan, apakah ini bagian cawe-cawe bangun relasi dengan China secara hubungan internasional?” ujarnya.

Host podcast, Sri Radjasa Chandra, ikut menambahkan bahwa persoalan kereta cepat kini tidak sekadar terkait utang negara, melainkan juga kepentingan hubungan dua negara.

“Whoosh jadi pintu masuk buat China untuk memfasilitasi, mengisi kedaulatan di bidang berhubungan,” katanya.

Baca Juga: Janji Prabowo Tahun Depan 300 ribu Jembatan Berdiri di Pelosok: Realistis atau Sekadar Retorika?

Rocky juga menyoroti posisi Jepang yang sebelumnya telah melakukan studi dan riset proyek kereta cepat, namun akhirnya tidak menjadi pelaksana.

Halaman:

Tags

Terkini