Dibandingkan Era Habibie, Rocky Gerung Nilai Whoosh Mundur Jauh dari Kemajuan Teknologi

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 30 November 2025 | 07:03 WIB
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh.  (Dok. Instagram/keretacepat_id)
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh. (Dok. Instagram/keretacepat_id)

Hal ini sejalan dengan penjelasan akademisi Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir, yang menyebut adanya perbedaan mendasar antara studi Jepang dan China.

“Mereka (China) mengambil studi kelayakan Jepang, dipelajari lalu membikin proposal studi kelayakan terhadap studi kelayakan,” ujar Sulfikar dalam podcast Forum Keadilan TV.

Ia menambahkan bahwa Jepang melakukan survei lapangan secara menyeluruh selama empat tahun, sementara studi versi China tidak berbasis observasi langsung, sehingga dinilai tidak empirik.

Sulfikar menyebut pendekatan tersebut turut memicu pembengkakan anggaran atau cost overrun pada proyek Whoosh.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X