pontianak-insights

Setelah 13 Tahun Menunggu, Rafflesia Hasseltii Akhirnya Mekar di Hutan Sumbar

Minggu, 23 November 2025 | 20:04 WIB
Mengintip kisah penemuan Rafflesia hasseltii di pedalaman hutan Sumatera Barat. (Dok. Instagram.com/@oxford_uni)

Nama ilmiahnya dipublikasikan pertama kali oleh Willem Frederik Reinier Suringar pada tahun 1879 dan hidup sebagai holoparasit pada inang Tetrastigma leucostaphyllum.

World Wide Fund for Nature (WWF) mencatat diameter bunga ini saat mekar mencapai 30-50 cm.

Baca Juga: Roy Suryo Klaim Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Datanya dari Mana?

Masa mekarnya hanya berlangsung beberapa hari dan lokasinya sangat terbatas, termasuk di Bukit Tigapuluh, Riau, Jambi, dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Di Sumatra Barat, keberadaannya jauh dari akses publik dan memerlukan izin khusus.

Dari 25 spesies Rafflesia di dunia, 14 berada di Indonesia, dan 11 di antaranya ditemukan di Sumatra. Namun, populasinya semakin terancam. Community for the Conservation and Research of Rafflesia (CCRR) melaporkan sekitar 60 persen spesies kini masuk kategori terancam punah, bahkan mendekati kritis, sementara 67 persen habitatnya berada di luar kawasan lindung.

Rafflesia hasseltii telah dilindungi melalui PP No. 7 Tahun 1999 dan berstatus genting (endangered) dalam Daftar Merah IUCN.***

Halaman:

Tags

Terkini