Ia kemudian mengungkap bahwa rencana awal pertemuan sebenarnya bersifat personal antara Roy Suryo cs dan beberapa tokoh seperti Jimly, Mahfud MD, dan Yusril Ihza Mahendra.
“Awalnya, Refly menghendaki pertemuan itu satu-satu, dengan Pak Jimly, Pak Mahfud, dan dengan Pak Yusril. Tadinya, kita mau mengadakan pertemuan terpisah,” jelasnya.
Baca Juga: Presiden Turun Tangan! Rehabilitasi Guru Luwu Utara Ungkap Masalah Sistemik di Sekolah
Namun rencana itu berubah setelah Refly Harun menerima undangan dari Ahmad Dofiri sehingga pertemuan digelar di PTIK. Sri Radjasa menganggap lokasi tersebut tidak netral.
“Di situ (PTIK) saya pikir juga tidak fair karena di situ kelihatan sekali ada intervensi para petinggi Polri yang ada di tim reformasi kepada Jimly untuk tidak menghadirkan Roy Suryo cs,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa lima dari sepuluh anggota komisi reformasi Polri adalah mantan atau petinggi Polri: Tito Karnavian, Listyo Sigit Prabowo, Badrodin Haiti, Idham Azis, dan Ahmad Dofiri.***