pontianak-insights

Gus Dur Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Cak Imin Sebut Indonesia Berutang pada Demokrasi Beliau

Minggu, 9 November 2025 | 21:05 WIB
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar buka suara soal rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional pada Gus Dur. (Dok. Instagram.com/@cakiminow)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kembali diusulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai, Gus Dur memiliki peran besar dalam membangun demokrasi Indonesia yang kuat hingga saat ini.

Menurut Cak Imin, nilai-nilai pesantren yang dihidupkan Gus Dur menjadi fondasi penting bagi demokrasi di Tanah Air.

“Demokrasi tidak akan bisa dimaknai sebagai jalan kemajuan kalau tidak ada rujukan dari khazanah ilmu pesantren,” ujarnya dalam penutupan Musabaqoh Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) di Jakarta Pusat, Minggu, (9/11/2025). 

Baca Juga: Menkeu Bicara Redenominasi, DPR Ingatkan Risiko Psikologis dan Teknis

Cak Imin juga mengingatkan para santri untuk ikut menjaga kualitas demokrasi yang telah dibangun.

“Gus Dur diusulkan jadi pahlawan, tentu kita bersyukur, karena demokrasi tumbuh kuat. Reformasi dan demokrasi tak bisa lepas dari peran Gus Dur,” katanya.

Saat ditanya soal polemik pengusulan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, Cak Imin enggan berkomentar banyak.

“Itu bukan kapasitas saya. Kita tunggu keputusan Dewan Gelar. Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pengumuman resmi penerima gelar Pahlawan Nasional akan dilakukan Senin, 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan.

“Prosesnya berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, lalu ke Kemensos hingga Dewan Gelar yang melapor ke Presiden. Semuanya sudah melalui tahapan,” kata Gus Ipul.

Ia membenarkan bahwa nama Gus Dur dan Soeharto termasuk dalam daftar usulan yang telah diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Namun, ia belum memastikan apakah keduanya akan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Baca Juga: Usai Sugiri Sancoko Dinyatakan Tersangka, KPK Telusuri Proyek Raksasa di Ponorogo

Kemensos melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) bertugas menilai kelayakan nama-nama yang diusulkan. Pemberian gelar ini menjadi bentuk penghormatan bagi tokoh yang berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

Tercatat, ada 49 nama tokoh yang telah diusulkan tahun ini, termasuk Gus Dur, Soeharto, aktivis buruh Marsinah, Kiai Bisri Syansuri, Ali Sadikin, dan Kiai Muhammad Yusuf Hasyim.***

Tags

Terkini