pontianak-insights

Ekonomi itu Bukan Tebak-Tebakan

Rabu, 5 November 2025 | 10:00 WIB
Perjalanan Penulis ke Batu Ampar, Bengkayang-Entikong bersama Uskup Emeritus Mgr Agustinus Agus, Keuskupan Agung Pontianak. (Samuel)

“Anak-anakku, kalian dengarkan nasehat saya baik-baik. Saya telah mengubur harta karun di kebun anggur kita. Kalau kalian menggalinya dengan teliti, pasti kalian akan menemukannya. Siapa yang dapat menemukannya, tidak akan kekurangan makanan seumur hidup.”

Setelah selesai meninggalkan pesan, si petani meninggal dunia.

Kali ini ketiga anak itu mengikuti perkataan ayahnya.

Mereka mulai mencari dan menggali tanah dengan teliti, tetapi tidak menemukan harta karun yang dikatakan sang ayahnya.

Kemudian, tanpa putus asa, ketiganya kembali menggali seluruh tanah lagi dengan teliti untuk kedua kalinya dan ketiga kalinya tetapi tetap saja tidak menemukan apa-apa.

Anak-anak itu sangat marah dan mengira ayahnya hanya bercanda menjelang ajalnya.

Tetapi, kejadian selanjutnya siapa pun  tidak mengira. sampai di musim gugur, karena kebun anggur telah digali (dicangkul) oleh anak-anak petani itu berkali-kali, tanahnya menjadi sangat subur, karena itu anggur yang dihasilkannya sangat baik.

semua anggur tumbuh sangat besar, jumlahnya pun sangat banyak dan rasanya manis.

Baca Juga: Banda Neira Tak Lagi Sekadar Surga Menyelam, Kini Jadi Contoh Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

Ketiganya kemudian mendapatkan anggur yang banyak untuk ditukarkan dengan uang yang berlipat ganda.

Sejak itu, anak-anak si petani hidup bahagia dengan tangan mereka sendiri yang rajin.

Sampai sejauh ini, ketiga anak itu baru menyadari apa yang dimaksudkan dengan harta karun dalam perkataan ayahnya menjelang ajal.

Ternyata harta karun ini adalah ketua tangan mereka yang rajin bekerja.

Malas mendadak rajin

Halaman:

Tags

Terkini