PONTIANAKGLOBE.COM | Di banyak keluarga, selalu ada satu cerita lama yang diwariskan turun-temurun. Saya juga tidak asing dengan cerita-cerita rakyat Tiongkok, setidaknya menurut versi Hakka, Sekura, Sambas.
Sebagian dibacakan saat lampu hampir padam, sebagian lain diceritakan lewat obrolan yang santai, atau bahkan diumumkan sebagai “wejangan terakhir” dari seorang tua yang merasa hidupnya sudah cukup panjang.
Baca Juga: Update Banjir Bandang Terjang Nduga Papua, 15 Orang Tewas dan 8 Masih Hilang
Dari Tiongkok kuno, ada satu kisah sederhana, tetapi seperti biji anggur, tumbuh menjadi jalan yang besar ketika ditanam dalam realitas.
Dalam tulisan ini, saya menulis ulang kisah tentang seorang petani dan tiga anak laki-laki yang malas, bersamaan dengan harta karun yang tak pernah benar-benar dikubur.
Semoga anda tahan untuk membaca ini sampai titik. Hehe.
Petani dan Tiga Anaknya
Seorang Petani menanam anggur untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Ia mempunyai tiga orang anak laki-laki yang malas.
Mereka selalu berpikir kapan bisa mendadak mendapatkan harta yang melimpah dan melewati hari dengan nyaman. Si petani dan istrinya selalu dengan sabar menasehati anak-anaknya.
“Makanan tidak turun begitu saja dari langit, kalian sebaiknya mempelajari cara bertanam anggur dengan baik. Dengan demikian akan dapat menikmati hari dengan baik,” jelas si petani.
Baca Juga: Magang Nasional 2025 Resmi Dibuka! Kuota 80.000 Peserta, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Sayang, ketiga anaknya tidak pernah ada yang mau mendengarkan nasehatnya.
Mereka sibuk berangan-angan tanpa kerja. Hal ini terjadi hingga si petani semakin hari semakin tua.
Menjelang ajalnya ia memanggil ketiga anaknya.