pontianak-insights

Kebebasan dan Tanggung Jawab di Ruang Digital, Catatan dari Kuliah Umum Dewan Pers di San Agustin

Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Dr. Niken (Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo)

PONTIANAKGLOBE.COM, NGABANG -- Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo menyelenggarakan Kuliah Umum Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Intelektual Muda San Agustin yang Kritis, Etis, dan Visioner di Era Kebebasan Informasi”, bertempat di Aula Kantor Bupati Landak, dengan format hybrid yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dari tiga kampus Unika Santo Agustinus Hippo.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Republik Indonesia, sebagai pembicara kunci (keynote speaker) yang menyampaikan paparan secara virtual dari Jakarta.

Baca Juga: 43 Juta Warga Sudah Nikmati Cek Kesehatan Gratis, Prabowo Sebut Setiap Ulang Tahun, Warga Bisa Periksa Tanpa Bayar

Dalam kuliah utamanya, Prof. Komaruddin menekankan pentingnya membangun ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurutnya, kebebasan informasi tidak boleh menjadi ruang tanpa etika, melainkan harus disertai dengan tanggung jawab moral, literasi digital, dan kesadaran publik terhadap nilai kebenaran.

“Mahasiswa adalah garda depan peradaban digital. Mereka harus mampu membedakan antara kebebasan berpendapat dan penyebaran disinformasi. Literasi moral menjadi fondasi penting bagi masa depan demokrasi informasi kita,” ujar Prof. Komaruddin.

Usai pemaparan utama, kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi Panel yang menghadirkan Ibu Niken Widiastuti (Anggota Dewan Pers) sebagai pemateri utama, serta Rendra Oxtora (Ketua AJI Pontianak) dan Trio Kurniawan, M.Fil. (Kepala Media Center Unika Santo Agustinus Hippo) sebagai penanggap.

Diskusi dipandu oleh Michael Carlos Kodoati, S.Fil., S.H., M.Fil., Kepala Lembaga Pengembangan Humaniora dan Religiusitas (LENTERA) Unika Santo Agustinus Hippo, yang juga dikenal sebagai mantan jurnalis dan news anchor BeritaSatu TV.

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif tersebut, para panelis mengulas berbagai dimensi etika dan tanggung jawab dalam ruang publik digital. Niken Widiastuti menyoroti peran generasi muda sebagai penggerak perubahan di ruang media.

Baca Juga: Prabowo Tegas! Tak Ada Lagi Kasus Hukum ‘Untouchable’, Negara Selamat Rp1.000 Triliun

“Kita tidak bisa hanya menjadi pengguna informasi. Mahasiswa harus menjadi produsen wacana publik yang jujur, bermakna, dan membangun kepercayaan,” tegas Niken.

Sementara itu, Rendra Oxtora menambahkan pentingnya menjaga independensi jurnalisme dan partisipasi aktif masyarakat dalam melawan hoaks serta ujaran kebencian.

Kuliah Umum, Unika San Agustin, Landak (Media Center)

“Tanggung jawab publik di era media sosial tidak hanya milik wartawan, tapi juga milik setiap warga digital,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini