Kebebasan dan Tanggung Jawab di Ruang Digital, Catatan dari Kuliah Umum Dewan Pers di San Agustin

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Dr. Niken  (Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo)
Dr. Niken (Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo)

Kegiatan ini dihadiri secara luring oleh sekitar 250 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi di Kampus I dan III Landak, sementara peserta dari Kampus II Kota Pontianak mengikuti secara daring.

Hadir pula pejabat pemerintah daerah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, serta perwakilan media dan organisasi pekerja media.

Baca Juga: Prabowo Bongkar Rp306 Triliun Anggaran Rawan Korupsi, Uangnya Langsung ke Rakyat!

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Umum Unika Santo Agustinus Hippo, Brigjen Pol (Purn) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., menegaskan bahwa kuliah umum ini menjadi momentum untuk meneguhkan nilai-nilai dasar universitas yang terangkum dalam semangat OBOR (Orisinalitas–Berani–Opurtunitas–Refleksi).

Nilai-nilai tersebut menjadi panduan dalam membentuk karakter mahasiswa agar berpikir kritis, bertindak etis, dan memiliki orientasi pelayanan publik yang berakar pada refleksi moral dan spiritualitas.

Kuliah Umum, Landak
Kuliah Umum, Landak (Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo)

Selain memberikan wawasan akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi civitas akademika lintas kampus Unika Santo Agustinus Hippo serta memperkuat jejaring kolaborasi dengan Dewan Pers.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata, doa bersama, dan sesi foto dengan seluruh narasumber serta peserta. Moderator Diskusi yang juga merupakan Ketua Panitia Acara, Michael Carlos Kodoati, S.Fil., S.H., M.Fil., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri sebagai intelektual muda yang berpikir kritis dan berkomitmen pada etika kemanusiaan.

“Kita hidup di zaman di mana informasi bisa membebaskan, tapi juga bisa menyesatkan. Maka, tanggung jawab intelektual tidak lagi cukup dengan berpikir logis, tapi juga harus berpikir dengan hati nurani,” ujarnya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X