Ia menduga ada aktor asing yang menunggangi aksi demonstrasi, terutama di sekitar Gedung DPR/MPR pada 25 dan 28 Agustus 2025.
“Dalangnya dari luar. Orang luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam,” ucap Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga: FIFA Restui Erick Thohir Rangkap Jabatan Menpora dan Ketum PSSI hingga 2027
Menurutnya, aktor tersebut adalah non state actor dengan pengaruh besar di negaranya.
Tujuannya, membuat demokrasi Indonesia kacau dengan cara non-militer.
Namun, Hendropriyono tidak menyebutkan nama maupun negara asal tokoh tersebut.
Analisis Digital Jadi Kunci Investigasi
Dari perspektif lain, CEO Malaka Project sekaligus influencer, Ferry Irwandi, menilai kerusuhan bisa dilacak melalui jejak digital.
“Dalam hitungan menit bisa diketahui dari mana isu 25 Agustus muncul, siapa yang pakai hashtag #BubarkanDPR, afiliasinya, siapa yang didukung, dan siapa yang diserang,” ujar Ferry dalam dialog publik Rakyat Bersuara, Selasa (2/9/2025).
Ia menekankan penggunaan metode data analytics, scraping, hingga OSINT (open source intelligence) sebagai pintu masuk investigasi.
Namun, hasil temuan digital sebaiknya diperlakukan sebagai titik awal, bukan kesimpulan final.
Baca Juga: Paus Leo XIV Terima 200 WNI di Vatikan, Tegaskan Indonesia Teladan Harmoni
“Bukan berarti akun-akun itu pelakunya, tapi bisa jadi pintu awal untuk pemeriksaan,” tambah Ferry.
Meski sudah muncul berbagai pandangan—dari aparat kepolisian, mantan kepala intelijen, hingga analis digital—misteri dalang kerusuhan Agustus 2025 masih belum terungkap.
Polri kini fokus melacak aliran dana, sementara publik menanti apakah sosok yang disebut-sebut sebagai mastermind benar-benar akan terungkap ke permukaan. ***